Senin, 18 Oktober 2021


Selasa, 01 Oktober 2019 12:19 WIB

Bangun Museum Etnografi Sumatra, Bupati Tubaba dan Tim Kunjungi Tanah Pilih Jambi

Reporter : Ardi
Kategori : Zona

Bupati Tubaba, Umar Ahmad (baju hitam), bersama tim di Museum Siginjei, Kota Jambi (26/9)

Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Umar Ahmad, tiba di Kota Jambi, Rabu tengah malam. (25/09). Kedatangan orang nomor satu di Tubaba ke Tanah Pilih Kota Jambi ini merupakan rangkaian roadshow bersama arsitek Gede Kresna dan sepuluh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten setempat, untuk melihat langsung peninggalan benda bersejarah yang memiliki nilai etnografi di beberapa lokasi di Sumatera.

Sebelum ke Tanah Pilih Pusako Betuah, Kota Jambi, rombongan lebih dulu menyusuri benda bersejarah bernilai etnografi di Kabupaten Ogan Ilir, Kota Pagar Alam dan Desa Pelang Kenidai di Sumatra Selatan, kemudian berlanjut ke Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu serta beberapa Desa di Bukittinggi-Sumatra Barat.



Umar Ahmad menuturkan, kunjungan ini dalam rangka survei pendokumentasian menyusul rencana pendirian museum etnografi di Tubaba. Tahun ini, lanjut Umar,  konsep bangunan beserta keseluruhan isi museum Etnografi rampung, sehingga tahun depannya mulai fokus pada pembangunan fisik museum.

Di Kota Jambi, tim survei mengunjungi pasar Angso Duo, Jembatan Gentala Arasy, Museum Siginjei, dan Kawasan situs Percandian Muarojambi serta perkampungan tradisional Melayu di Desa Muarajambi.

"Kami senang sekali. Di Kota Jambi maupun di Kawasan Percandian Muarojambi, kami dapat melihat langsung peralatan masak, peralatan pertanian, perkebunan, tenun dan produk keseharian masyarakat lokal Jambi tempo dulu yang nantinya menjadi bagian dari koleksi di museum etnografi. Di samping itu, kami juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat di Desa Muarajambi," ungkap Bupati Umar.

Kanan-kiri: Bupati Tubaba, Umar Ahmad dan arsitek Gede Kresna di Candi Muarojambi (26/9)

Arsitek Gede Kresna menambahkan, Kota Jambi dan Kabupaten Muarojambi menjadi salah satu lokus survei karena masyarakatnya memiliki akar kebudayaan Melayu tua. Hal tersebut tampak jelas pada kawasan Percandian Muarojambi, tinggalan artefak abad ke-9 sampai 14 M, serta piranti keseharian masyarakat tradisional setempat yang juga memiliki karya seni yang beragam.

Menurut Gede Krisna, museum Etnografi itu nantinya tidak hanya mengoleksi peralatan yang digunakan sehari-hari dalam kehidupan dan budaya masyarakat lokal se-Sumatra, tapi juga didesain sebagai wadah informasi dan pengkajian serta ruang kreatif bagi generasi muda untuk terlibat memelihara dan mempertahankan nilai-nilai yang tersimpan di balik karya budaya orang-orang terdahulu.

“Pemerintah daerah menyadari bahwa Tubaba bukanlah daerah yang memiliki kekayaan alam berlimpah dan juga bukan daerah perlintasan maupun persinggahan di Pulau Sumatra, sehingga diperlukan ide brilian agar daerah ini dapat berkembang dan maju dengan tetap berakar kuat pada kebudayaan. Maka, salah satunya mendirikan museum Etnografi ini, yang diharapkan dapat menarik perhatian dan kunjungan masyarakat ke Kabupaten Tubaba sekaligus menjadi arena pelestarian kebudayaan masyarakat Sumatra,” kilahnya.

Pilihan membangunan Museum, lanjut arsitek asal Bali ini, karena diyakini dapat menjadi simbol sekaligus budaya kerja sumber daya manusia di Tubaba agar terus melakukan inovasi dengan tanpa meninggalkan karya budaya masa lalu.


Tag : #Museum Etnografi #Tulang Bawang Barat #Tubaba



Berita Terbaru

 

Jumat, 15 Oktober 2021 23:49 WIB

Ketum APKASI Sutan Riska Tuanku Kerajaan Masuk Bursa Capres 2024 dari PDI-P


Kajanglako.com, Jakarta - Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Sutan Riska Tuanku Kerajaan, masuk dari 11 nama  Bursa

 

Rabu, 13 Oktober 2021 15:59 WIB

Bupati Merangin Raih Penghargaan APE 2021


Kajanglako.com, Merangin - Bupati Merangin, Mashuri meraih penghargaan Anugrah Parahita Ekapraya (APE) 2021, Kategori Madya (Pengembang) dari Kementerian

 

Rabu, 13 Oktober 2021 15:52 WIB

Cek Endra: Kesadaran Warga untuk Vaksin Masih Kurang


Kajanglako.com, Sarolangun - Kabupaten Sarolangun terbilang sukses dalam menekan angka penyebaran pandemi Covid-19. Saat ini penderita Covid-19 di Sarolangun

 

Rabu, 13 Oktober 2021 15:42 WIB

Pimpin Rakor Forkopimda, Mashuri: Lubuk Bumbun Abrasi Oleh PETI


Kajanglako.com, Merangin - Kondisi Desa Lubuk Bumbun Kecamatan Margo Tabir yang mengalami abrasi dampak dari aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI)

 

Rabu, 13 Oktober 2021 15:34 WIB

Longsor, Akses Warga Bathin Pengambang Putus


Kajanglako.com, Sarolangun - Hujan deras yang mengguyur Kecamatan Batang Asai pada Senin malam, memicu longsor yang terjadi di beberapa titik di wilayah