Jumat, 05 Maret 2021


Selasa, 01 Oktober 2019 12:19 WIB

Bangun Museum Etnografi Sumatra, Bupati Tubaba dan Tim Kunjungi Tanah Pilih Jambi

Reporter : Ardi
Kategori : Zona

Bupati Tubaba, Umar Ahmad (baju hitam), bersama tim di Museum Siginjei, Kota Jambi (26/9)

Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Umar Ahmad, tiba di Kota Jambi, Rabu tengah malam. (25/09). Kedatangan orang nomor satu di Tubaba ke Tanah Pilih Kota Jambi ini merupakan rangkaian roadshow bersama arsitek Gede Kresna dan sepuluh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten setempat, untuk melihat langsung peninggalan benda bersejarah yang memiliki nilai etnografi di beberapa lokasi di Sumatera.

Sebelum ke Tanah Pilih Pusako Betuah, Kota Jambi, rombongan lebih dulu menyusuri benda bersejarah bernilai etnografi di Kabupaten Ogan Ilir, Kota Pagar Alam dan Desa Pelang Kenidai di Sumatra Selatan, kemudian berlanjut ke Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu serta beberapa Desa di Bukittinggi-Sumatra Barat.



Umar Ahmad menuturkan, kunjungan ini dalam rangka survei pendokumentasian menyusul rencana pendirian museum etnografi di Tubaba. Tahun ini, lanjut Umar,  konsep bangunan beserta keseluruhan isi museum Etnografi rampung, sehingga tahun depannya mulai fokus pada pembangunan fisik museum.

Di Kota Jambi, tim survei mengunjungi pasar Angso Duo, Jembatan Gentala Arasy, Museum Siginjei, dan Kawasan situs Percandian Muarojambi serta perkampungan tradisional Melayu di Desa Muarajambi.

"Kami senang sekali. Di Kota Jambi maupun di Kawasan Percandian Muarojambi, kami dapat melihat langsung peralatan masak, peralatan pertanian, perkebunan, tenun dan produk keseharian masyarakat lokal Jambi tempo dulu yang nantinya menjadi bagian dari koleksi di museum etnografi. Di samping itu, kami juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat di Desa Muarajambi," ungkap Bupati Umar.

Kanan-kiri: Bupati Tubaba, Umar Ahmad dan arsitek Gede Kresna di Candi Muarojambi (26/9)

Arsitek Gede Kresna menambahkan, Kota Jambi dan Kabupaten Muarojambi menjadi salah satu lokus survei karena masyarakatnya memiliki akar kebudayaan Melayu tua. Hal tersebut tampak jelas pada kawasan Percandian Muarojambi, tinggalan artefak abad ke-9 sampai 14 M, serta piranti keseharian masyarakat tradisional setempat yang juga memiliki karya seni yang beragam.

Menurut Gede Krisna, museum Etnografi itu nantinya tidak hanya mengoleksi peralatan yang digunakan sehari-hari dalam kehidupan dan budaya masyarakat lokal se-Sumatra, tapi juga didesain sebagai wadah informasi dan pengkajian serta ruang kreatif bagi generasi muda untuk terlibat memelihara dan mempertahankan nilai-nilai yang tersimpan di balik karya budaya orang-orang terdahulu.

“Pemerintah daerah menyadari bahwa Tubaba bukanlah daerah yang memiliki kekayaan alam berlimpah dan juga bukan daerah perlintasan maupun persinggahan di Pulau Sumatra, sehingga diperlukan ide brilian agar daerah ini dapat berkembang dan maju dengan tetap berakar kuat pada kebudayaan. Maka, salah satunya mendirikan museum Etnografi ini, yang diharapkan dapat menarik perhatian dan kunjungan masyarakat ke Kabupaten Tubaba sekaligus menjadi arena pelestarian kebudayaan masyarakat Sumatra,” kilahnya.

Pilihan membangunan Museum, lanjut arsitek asal Bali ini, karena diyakini dapat menjadi simbol sekaligus budaya kerja sumber daya manusia di Tubaba agar terus melakukan inovasi dengan tanpa meninggalkan karya budaya masa lalu.


Tag : #Museum Etnografi #Tulang Bawang Barat #Tubaba



Berita Terbaru

 

Rabu, 03 Maret 2021 08:25 WIB

Diduga Disunat, Dewan Pertanyakan Setoran Retribusi Terminal Muarabulian


Kajanglako.com, Batanghari - Uang setoran retribusi Terminal Muarabulian diduga disunat. Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Batanghari. Menurut

 

Selasa, 02 Maret 2021 21:31 WIB

Bahas Honorer Nonkategori, DPRD Merangin Panggil Diknas dan BKD


Kajanglako.com, Merangin - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merangin hearing dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan dan BKPSDM Merangin,

 

Perspektif
Rabu, 24 Februari 2021 20:17 WIB

Jokowi dan Anies Baswedan


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Mungkin ada banyak perbedaan antara keduanya. Gaya bicaranya, blusukannya, taktik melobinya, politik identitasnya dan

 

Perspektif
Senin, 22 Februari 2021 17:18 WIB

Ada Yang Membusuk dalam Darah di Tubuh Kita


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Mungkin di tubuh saya dan sebagian dari kita sudah ada virus covid-19, tetapi tidak ada gejala yang tampak dari luar. Kita

 

Sejarah Jambi
Senin, 22 Februari 2021 16:29 WIB

Walter M Gibson


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Dalam rangka menyiapkan tulisan untuk rubrik ‘Telusur Jambi,’ saya teringat pada satu tas