Minggu, 01 Agustus 2021


Selasa, 01 Oktober 2019 12:19 WIB

Bangun Museum Etnografi Sumatra, Bupati Tubaba dan Tim Kunjungi Tanah Pilih Jambi

Reporter : Ardi
Kategori : Zona

Bupati Tubaba, Umar Ahmad (baju hitam), bersama tim di Museum Siginjei, Kota Jambi (26/9)

Bupati Tulangbawang Barat (Tubaba), Umar Ahmad, tiba di Kota Jambi, Rabu tengah malam. (25/09). Kedatangan orang nomor satu di Tubaba ke Tanah Pilih Kota Jambi ini merupakan rangkaian roadshow bersama arsitek Gede Kresna dan sepuluh kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten setempat, untuk melihat langsung peninggalan benda bersejarah yang memiliki nilai etnografi di beberapa lokasi di Sumatera.

Sebelum ke Tanah Pilih Pusako Betuah, Kota Jambi, rombongan lebih dulu menyusuri benda bersejarah bernilai etnografi di Kabupaten Ogan Ilir, Kota Pagar Alam dan Desa Pelang Kenidai di Sumatra Selatan, kemudian berlanjut ke Kabupaten Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu serta beberapa Desa di Bukittinggi-Sumatra Barat.



Umar Ahmad menuturkan, kunjungan ini dalam rangka survei pendokumentasian menyusul rencana pendirian museum etnografi di Tubaba. Tahun ini, lanjut Umar,  konsep bangunan beserta keseluruhan isi museum Etnografi rampung, sehingga tahun depannya mulai fokus pada pembangunan fisik museum.

Di Kota Jambi, tim survei mengunjungi pasar Angso Duo, Jembatan Gentala Arasy, Museum Siginjei, dan Kawasan situs Percandian Muarojambi serta perkampungan tradisional Melayu di Desa Muarajambi.

"Kami senang sekali. Di Kota Jambi maupun di Kawasan Percandian Muarojambi, kami dapat melihat langsung peralatan masak, peralatan pertanian, perkebunan, tenun dan produk keseharian masyarakat lokal Jambi tempo dulu yang nantinya menjadi bagian dari koleksi di museum etnografi. Di samping itu, kami juga dapat berinteraksi langsung dengan masyarakat di Desa Muarajambi," ungkap Bupati Umar.

Kanan-kiri: Bupati Tubaba, Umar Ahmad dan arsitek Gede Kresna di Candi Muarojambi (26/9)

Arsitek Gede Kresna menambahkan, Kota Jambi dan Kabupaten Muarojambi menjadi salah satu lokus survei karena masyarakatnya memiliki akar kebudayaan Melayu tua. Hal tersebut tampak jelas pada kawasan Percandian Muarojambi, tinggalan artefak abad ke-9 sampai 14 M, serta piranti keseharian masyarakat tradisional setempat yang juga memiliki karya seni yang beragam.

Menurut Gede Krisna, museum Etnografi itu nantinya tidak hanya mengoleksi peralatan yang digunakan sehari-hari dalam kehidupan dan budaya masyarakat lokal se-Sumatra, tapi juga didesain sebagai wadah informasi dan pengkajian serta ruang kreatif bagi generasi muda untuk terlibat memelihara dan mempertahankan nilai-nilai yang tersimpan di balik karya budaya orang-orang terdahulu.

“Pemerintah daerah menyadari bahwa Tubaba bukanlah daerah yang memiliki kekayaan alam berlimpah dan juga bukan daerah perlintasan maupun persinggahan di Pulau Sumatra, sehingga diperlukan ide brilian agar daerah ini dapat berkembang dan maju dengan tetap berakar kuat pada kebudayaan. Maka, salah satunya mendirikan museum Etnografi ini, yang diharapkan dapat menarik perhatian dan kunjungan masyarakat ke Kabupaten Tubaba sekaligus menjadi arena pelestarian kebudayaan masyarakat Sumatra,” kilahnya.

Pilihan membangunan Museum, lanjut arsitek asal Bali ini, karena diyakini dapat menjadi simbol sekaligus budaya kerja sumber daya manusia di Tubaba agar terus melakukan inovasi dengan tanpa meninggalkan karya budaya masa lalu.


Tag : #Museum Etnografi #Tulang Bawang Barat #Tubaba



Berita Terbaru

 

Jumat, 30 Juli 2021 16:49 WIB

Menjaga Asa Habitat Harimau Sumatra di Selatan Taman Nasional Bukit Tigapuluh di Tengah Pandemi Covid 19


Nor Qomariyah*) Harimau Sumatra atau dikenal dengan nama latinnya Panthera Tigris Sumatrae merupakan predator soliter dan salah satu satwa dilindungi yang

 

Sosok
Jumat, 30 Juli 2021 16:41 WIB

Mak Oyot dan Komunitas Daksinapati UI


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Dalam dua pecan terakhir hampir setiap hari kita mendapat berita duka. Teman, kerabat, tetangga, seperti susul menyusul meninggalkan

 

Kamis, 29 Juli 2021 20:29 WIB

Panggilan Pertama Kejari, Mantan Kades Lidung Mangkir


Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus dugaan Mark Up anggaran Dana Desa Desa Lidung tahun 2019 pada pekerjaan jalan rigid beton sepanjang 840 meter dengan

 

Kamis, 29 Juli 2021 12:11 WIB

H Mashuri: Merangin Raih Penghargaan KLA 2021


Kajanglako.com, Merangin - Merangin berhasil meraih penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2021, tingkat Pratama. Info ini disampaikan Plt Bupati Merangin H

 

Rabu, 28 Juli 2021 17:56 WIB

Terjaring Razia dan Didenda Rp 1.000.000, Parmin: Itu Terlalu Kejam dan Keras


Kajanglako.com, Sarolangun - Penindakan pelaku usaha yang dianggap melanggar protokol kesehatan di kota Sarolangun dinilai terlalu keras. Tim gabungan