Kamis, 16 September 2021


Selasa, 28 Mei 2019 23:22 WIB

Pernah Jadi Favorit dan Lahirkan Banyak Pejabat, SMP di Tanjabtim ini Malah Terancam Tutup

Reporter : Igun
Kategori : Ragam Features Berita Daerah Pendidikan

Beginilah kondisi salah satu bangunan SMP N 10 Nipah Panjang Tanjung Jabung Timur (Foto:Kajanglako/Igun)

Pernah Jadi Favorit dan Lahirkan Banyak Pejabat, SMP di Tanjabtim ini Malah Terancam Tutup

Kajanglako.com, Tanjabtim – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 10 Kecamatan Nipah Panjang Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) Provinsi Jambi, tahun ini terancam tutup.



Saat ini kondisi sekolah terlihat nyaris tak terawat. Bahkan beberapa bangunan terlihat lusuh. Tak terlihat juga perhatian dari berbagai pihak terutama pemerintah, untuk sekedar memperbaiki bangunan tersebut.

Kafrawie, Kepala SMP Negeri 10 menjelaskan, memang sekolah ini terkesan terlupakan. Banyak bangunan yang sudah tua tidak terawat. Dirinya mengatakan saat ini belum ada perhatian pemerintah terkait dengan buruknya kondisi sekolah tersebut.

Menurut Kafrawi, kondisi ini tentu membuat orang tua enggan mendaftarkan anaknya untuk mengenyam pendidikan di SMP N 10. Hal itu dikatakan Kafrawi dapat mengancam tutupnya sekolah tersebut.

Padahal dikatakannya, SMP Negeri 10 ini merupakan salah satu sekolah favorit yang ada di Kecamatan Nipah Panjang. Bahkan pernah mencapai puncak kejayaannya pada tahun 2000 hingga 2005 dan tercatat memiliki lebih dari 600 siswa. Saat ini SMP Negeri 10 hanya memiliki 52 siswa dengan 13 guru termasuk Kepala Sekolah.

“Iya, jika begini sekolah ini terancam tutup. Saat ini kami hanya memiliki 52 siswa dan 13 tenaga pengajar termasuk Kepala Sekolah. Dulu pernah sekitar tahun 2000 hingga 2005, sekolah ini mempunyai 600 siswa, dan menjadi sekolah favorit,” kata Kafrawi.

Tidak hanya favorit, menurut Kafrawi sekolah yang berdiri sejak tahun 1986 ini telah banyak lahirkan pejabat penting. SMP N 10 ini dahulunya memiliki 24 ruangan yang terdiri dari ruang guru, ruang kelas, laboratorium hingga mushola.

Dikatakan Kafrawi, penurunan sekolah ini terlihat sejak tahun 2007 lalu. Dirinya menilai penurunan itu disebabkan oleh beberapa masalah, mulai dari menuanya bangunan yang tidak diiringi dengan perbaikan, sehingga membuat minat pendaftar turun.

“Penurunan sekolah terlihat sejak tahun 2007, banyak sebab salah satunya kurang diperhatikan. Padahal dulu sekolah ini memiliki 24 ruangan, mushola dan laboratorium. Banyak juga sekarang menjadi pejabat penting yang dulu sekolah disini,” kata Kafrawi.

Kafrawi melanjutkan, jika nanti SMP negeri 10 ini benar-benar tutup, tentu akan menjadi cerita buruk dalam sejara dunia pendidikan di Kabupaten Tanjung Jabung Timur dan bahkan di Provinsi Jambi. Ia menilai kondisi ini setidaknya mendakan pihak-pihak didunia pendidikan cuek terhadap kondisi pendidikan yang sebenarnya. (Kjcom)


Tag : #jambi #tanjabtim #pendidikan #sekolah #smp 10 #smp n 10 #tutup #siswa



Berita Terbaru

 

Buku Mencari Indonesia
Kamis, 16 September 2021 14:44 WIB

Mencari Indonesia: Laku Pikir Riwanto Tirtosudarmo "Pasca-Cornell"


Oleh: Gutomo Bayu Aji* Dalam kurun waktu empat belas tahun terakhir, Riwanto Tirtosudarmo setidaknya telah menerbitkan tiga buku yang diberi judul berseri.

 

Rabu, 15 September 2021 16:30 WIB

6 Manfaat Bermain Lego Bagi Berbagai Kalangan Usia


  Kajanglako.com - Lego merupakan sebuah game puzzle yang sangat menyenangkan untuk dimainkan. Biasanya lego adalah mainan untuk anak berusia balita

 

Selasa, 14 September 2021 12:36 WIB

Diduga Buronan Narkoba Hanyut di Sungai Saat Dikejar Petugas


Kajanglako.com, Bungo - Diduga seorang pelaku pengguna Narkoba dikabarkan hanyut di Sungai Batang Tebo, sekira pukul 17:55 WIB. Berusaha selamatkan diri

 

Senin, 13 September 2021 11:33 WIB

Gelapkan Mobil, Warga Desa Dusun Dalam Sarolangun Terancam 4 Tahun Penjara


Kajanglako.com, Sarolangun - Kepolisian Unit Reskrim Polsek Bathin VIII, Polres Sarolangun berhasil mengamankan seorang pelaku AR (36) Tahun Warga Desa

 

Cafe dan Perempuan
Minggu, 12 September 2021 20:54 WIB

Cafe, Gaya Hidup dan Aktualisasi Perempuan


Oleh: Nor Qomariyah* Belakangan ini marak kita jumpai di berbagai tempat, mulai jalanan kecil kompleks perumahan hingga jalan koridor utama, kedai kopi