Kamis, 13 Mei 2021


Jumat, 22 Februari 2019 20:06 WIB

Warga Kecewa Tak Diikutkan Rapat Pemkab Muarojambi dengan PT BBS

Reporter : Vovianziardi
Kategori : Berita Daerah

Dwi, perwakilan masyarakat 4 desa yang berkonflik dengan PT BBS/ foto: Voviarizandi

Kajanglako.com, Muaro Jambi - Konflik kepemilikan lahan antara 4 desa dalam Kecamatan Kumpe dengan PT Bukit Bintang Sawit (BBS) sepertinya akan semakin meruncing. Sebabnya, ada pertemuan yang dimediasi oleh Pemkab Muarojambi dengan perusahaan, namun masyarakat tidak diikutsertakan.

Pertemuan yang dilaksanakan pada Jumat (22/2) pagi itu berlangsung di Ruang Rapat Bupati Muaro Jambi, rapat ini digelar tertutup yang hanya dihadir oleh Bupati Muaro Jambi Masnah Busyro, Kapolres Muarojambi, Kejari, Perwakilan Polda Jambi dan Perwakilan PT BBS. Namun puluhan masyarakat yang menunggu di luar ruangan tak diikutsertakan.



Usai rapat tertutup tersebut, tidak solusi nyata yang dihasilkan. Bupati Muarojambi Masna hanya mengatakan bahwa perusahaan siap menampung aspirasi masyarakat.

"Jadi dari pertemuan kami ini perusahaan siap bertemu dengan masyarakat untuk mencari solusi atas permasalahan ini, ke depan akan dilakukan pertemuan lebih lanjut lagi,"kata Bupati Masnah.

Sementara itu Perwakilan PT BBS mengaku belum dapat mengambil keputusan karena belum mengetahui tuntutan masyarakat, namun siap mengakomodir tuntutan pada pertemuan yang akan diatur lebih lanjut.

"Kami belum dapat memutuskan, nanti kami akan melakukan pertemuan dengan masyarakat, kami siap mengakomodirnya mencari solusi terbaik," kata Darius dari PT BBS.

Terpisah, perwakilan masyarakat 4 desa yang memenuhi kantor Bupati Muarojambi merasa kecewa karena tidak diikutsertakan dalam pertemuan tersebut.

"Kami hari ini diundang untuk pertemuan mediasi dengan pihak perusahaan tapi kami tidak diperbolehkan masuk, hanya pemerintah dengan perusahaan saja," kata Dwi, perwakilan masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, bahwa ratusan masyarakat 4 desa dalam Kecamatan Kumpe melakukan pendudukan lahan dan pemblokiran jalan perusahaan, mereka menuntut pengembalian lahan masyarakat yang dikelola PT BBS. Ratusan masyarakat ini akhirnya membuka blokir jalan dengan janji dipertemukan dengan perusahaan untuk mencari solusi. (kjcom)


Tag : #Konflik Lahan #Pemkab Muarojambi #PT BBS



Berita Terbaru

 

Senin, 10 Mei 2021 20:52 WIB

Sambut Kunker Komisi III, Al Haris: Masih Banyak Hal yang Perlu Dibenahi di Provinsi Jambi


Kajanglako.com, Merangin - Bupati Merangin, Al Haris bersama jajarannya, menyambut kunjungan kerja (Kunker) Komisi III DPRD Provinsi Jambi, yang dipimping

 

Jumat, 07 Mei 2021 20:31 WIB

35,6 Persen Masyarakat Menolak Divaksin, Ini Alasannya


Kajanglako.com, Jakarta - Pusat Polling (Puspoll) Indonesia merilis hasil survei tentang “Pandemi, Mudik, dan Distribusi Ekonomi”, Jumat, (7/5/2021).

 

Jumat, 07 Mei 2021 18:34 WIB

Survei Puspoll: 49 % Masyarakat Tak Setuju Kebijakan Larangan Mudik Lebaran


Kajanglako.com, Jakarta - Pusat Polling (Puspoll) Indonesia merilis hasil survei tentang “Pandemi, Mudik, dan Distribusi Ekonomi”, Jumat, (7/5/2021).

 

Jumat, 07 Mei 2021 16:52 WIB

Pemkab Muaro Jambi Kembali Raih WTP, Ini Kata Ketua DPRD Yuli Setia Bhakti


Kajanglako.com, Muaro Jambi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi, berhasil meraih kembali predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh

 

Rabu, 05 Mei 2021 18:41 WIB

Dua Pejabat Dinkes Reaktif Rapid Antigen, Wabup: Siapa Saja Bisa Terpapar


Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus Covid-19 di Kabupaten Sarolangun telah berjumlah 220 orang yang dinyatakan positif. Virus Corona hingga kini masih mengintai