Rabu, 22 September 2021


Jumat, 22 Februari 2019 20:06 WIB

Warga Kecewa Tak Diikutkan Rapat Pemkab Muarojambi dengan PT BBS

Reporter : Vovianziardi
Kategori : Berita Daerah

Dwi, perwakilan masyarakat 4 desa yang berkonflik dengan PT BBS/ foto: Voviarizandi

Kajanglako.com, Muaro Jambi - Konflik kepemilikan lahan antara 4 desa dalam Kecamatan Kumpe dengan PT Bukit Bintang Sawit (BBS) sepertinya akan semakin meruncing. Sebabnya, ada pertemuan yang dimediasi oleh Pemkab Muarojambi dengan perusahaan, namun masyarakat tidak diikutsertakan.

Pertemuan yang dilaksanakan pada Jumat (22/2) pagi itu berlangsung di Ruang Rapat Bupati Muaro Jambi, rapat ini digelar tertutup yang hanya dihadir oleh Bupati Muaro Jambi Masnah Busyro, Kapolres Muarojambi, Kejari, Perwakilan Polda Jambi dan Perwakilan PT BBS. Namun puluhan masyarakat yang menunggu di luar ruangan tak diikutsertakan.



Usai rapat tertutup tersebut, tidak solusi nyata yang dihasilkan. Bupati Muarojambi Masna hanya mengatakan bahwa perusahaan siap menampung aspirasi masyarakat.

"Jadi dari pertemuan kami ini perusahaan siap bertemu dengan masyarakat untuk mencari solusi atas permasalahan ini, ke depan akan dilakukan pertemuan lebih lanjut lagi,"kata Bupati Masnah.

Sementara itu Perwakilan PT BBS mengaku belum dapat mengambil keputusan karena belum mengetahui tuntutan masyarakat, namun siap mengakomodir tuntutan pada pertemuan yang akan diatur lebih lanjut.

"Kami belum dapat memutuskan, nanti kami akan melakukan pertemuan dengan masyarakat, kami siap mengakomodirnya mencari solusi terbaik," kata Darius dari PT BBS.

Terpisah, perwakilan masyarakat 4 desa yang memenuhi kantor Bupati Muarojambi merasa kecewa karena tidak diikutsertakan dalam pertemuan tersebut.

"Kami hari ini diundang untuk pertemuan mediasi dengan pihak perusahaan tapi kami tidak diperbolehkan masuk, hanya pemerintah dengan perusahaan saja," kata Dwi, perwakilan masyarakat.

Sebelumnya diberitakan, bahwa ratusan masyarakat 4 desa dalam Kecamatan Kumpe melakukan pendudukan lahan dan pemblokiran jalan perusahaan, mereka menuntut pengembalian lahan masyarakat yang dikelola PT BBS. Ratusan masyarakat ini akhirnya membuka blokir jalan dengan janji dipertemukan dengan perusahaan untuk mencari solusi. (kjcom)


Tag : #Konflik Lahan #Pemkab Muarojambi #PT BBS



Berita Terbaru

 

Vaksinasi Covid-19
Rabu, 22 September 2021 13:03 WIB

70 Ribu Warga Sarolangun Telah di Vaksin


Kajanglako.com, Sarolangun – Pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Sarolangun terus dilaksanakan. Baik dari Pemerintah Daerah, TNI dan Polri,

 

Vaksinasi Covid-19
Rabu, 22 September 2021 12:51 WIB

Bersama TNI, Pemkab Sarolangun Sasar Vaksinasi untuk Remaja Diatas 12 Tahun


Kajanglako.com, Sarolangun – TNI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun kembali melaksanakan vaksinasi gratis, Rabu, (21/09/2021). Kali ini, yang

 

Rabu, 22 September 2021 12:36 WIB

Pemkab Merangin Ingin Perangkat Desa Pahami Sistem Digitalisasi


Kajanglako.com, Merangin - Kapasitas dan kemampuan para perangkat desa harus terus ditingkatkan, terlebih untuk pemahaman sistem digitaliasi yang wajib

 

Perspektif
Minggu, 19 September 2021 22:27 WIB

Membaca Indonesia. Catatan Kecil Atas 50 Tahun Rekayasa Sosial: 5 Bias dan 5 Mitos


Oleh: Wahyu Prasetyawan* Riwanto Tirtosudarmo (selanjutnya Riwanto) dalam tulisannya membahas adanya 5 bias dan 5 mitos dalam proses rekayasa sosial selama

 

Sosok dan Pemikiran
Minggu, 19 September 2021 08:00 WIB

Ketangguhan Membaca dan Menulis Seorang Riwanto Tirtosudarmo


Oleh: Anggi Afriansyah* Rabu, 15 September 2021 saya menerima pesan dari Pak Riwanto Tirtosudarmo. Dalam pesan itu ia mengirim sebuah buku Berjudul “Mencari