Rabu, 22 September 2021


Selasa, 12 Februari 2019 16:21 WIB

Kembalikan Tanah Kami, Warga Duduki Lahan yang Diduga Diserobot PT BBS

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Warga 3 desa dan 1 kelurahan di Kumpeh menduduki lahan yang dikuasai PT BBS/ foto: ist

Kajanglako.com, Muaro Jambi - 12 tahun silam, tepatnya pada tahun 2007, PT Bukit Bintang Sawit (BBS) mendapatkan izin lokasi berdasarkan Surat Keputusan Nomor 507 Tahun 2007 tertanggal 27 September 2007 seluas 1.000 ha di Desa Seponjen Kecamatan Kumpeh, Muaro Jambi.

Kemudian PT BBS mendapatkan izin lokasi di Kelurahan Tanjung berdasarkan Surat Keputusan Bupati Nomor 22 Tahun 2011 tertanggal 31 Januari 2011 seluas 1.000 ha.



Terhitung selama 12 tahun itu juga, persoalan konflik tanah yang muncul sampai saat ini belum terselesaikan. Ada 495 kepala keluarga yang kehilangan atas tanahnya seluas 1.373,4 hektar berasal dari Desa Seponjen, Dusun Pulao Tigo, Desa Sogo dan Kelurahan Tanjung, yang sampai saat ini masih dalam penguasaan PT BBS.

“Pada posisi konflik yang terjadi, sampai saat ini masih dalam proses pemantauan beberapa lembaga di level nasional, seperti Komnas HAM, Mabes Polri, BPN Pusat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutana serta WALHI Nasional,” kata Koordinator Umum Aksi, Antoni.

Sesuai arahan yang diberikan oleh lembaga nasional yang terlibat dalam proses pemantauan konflik ini, Pemerintah Daerah seperti Bupati Muaro Jambi dan instansi terkait lainnya, agar secepatnya menyelesaiakn konflik ini dan tidak sampai berlarut-larut.

Di tahun 2015 lalu, setelah dilakukan pendudukan aksi di DPRD Provinsi Jambi, Komisi III saat itu memastikan akan secepatnya membentuk Tim Pansus untuk mempercepat penyelesaian konflik yang ada. Namun sampai saat ini, Tim Pansus yang dijanjikan belum terealisasi.

“Di tahun 20017, aksi dilakukan kembali oleh masyarakat, dengan lokasi aksi berada sekitaran kebun PT BBS. Dari aksi yang dilakukan, kemudian muncul inisiatif Pemerintah Daerah Kabupaten Mauro Jambi untuk membentuk Tim Legal Audit. Namun sampai saat ini, hasil tim yang dilakukan tidak membuahkan hasil yang baik,” katanya.

Seiring bertambahnya waktu, Kerugian masyarakat sampai pada tahun 2019 juga terus bertambah dan dari sekian banyak kerugian yang dialami masyarakat, dituangkan dalam tuntutan-tuntutan aksi sebagai berikut:

1. Untuk tuntutan dari masyarakat Desa Sogo
• Menuntut kemitraan di atas lahan 797 hektar, luasan ini sesuai dengan ground cek BPN Kabupaten Mauro Jambi, dengan menggunakan dasar peta SK Bupati Tahun 2018 dan izin PT BBS
• PT BBS harus mengembalikan hasil selama masa produksi yang dalam hitungan masa panen mulai tahun 2013-2019
• Permintaan masyarakat pola kemitraan 30-70 dengan rincian, 70% dilakukan tali asih [Berdasarkan NJOP] dan 30% bermitra tanpa beban hutang

2. Untuk tuntutan dari masyarakat Desa Seponjen:
• Menuntut kepada PT BBS untuk mengembalikan lahan seluas 176,4 hektar kepada 28 KK

3. Untuk tuntutan masyarakat Dusun Pulau Tigo/Desa Seponjen:
• Menuntut kepada PT BBS untuk mengembalikan lahan seluas 300 hektar kepada 42 KK

4. Untuk tuntutan masyarakat Kelurahan Tanjung:
• Menuntut kepada PT BBS untuk mengembalikan lahan seluas 100 hektar kepada 25 KK

Rilis Walhi


Tag : #Konflik Lahan #PT BBS #Kumpeh #Muarojambi



Berita Terbaru

 

Vaksinasi Covid-19
Rabu, 22 September 2021 13:03 WIB

70 Ribu Warga Sarolangun Telah di Vaksin


Kajanglako.com, Sarolangun – Pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Sarolangun terus dilaksanakan. Baik dari Pemerintah Daerah, TNI dan Polri,

 

Vaksinasi Covid-19
Rabu, 22 September 2021 12:51 WIB

Bersama TNI, Pemkab Sarolangun Sasar Vaksinasi untuk Remaja Diatas 12 Tahun


Kajanglako.com, Sarolangun – TNI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun kembali melaksanakan vaksinasi gratis, Rabu, (21/09/2021). Kali ini, yang

 

Rabu, 22 September 2021 12:36 WIB

Pemkab Merangin Ingin Perangkat Desa Pahami Sistem Digitalisasi


Kajanglako.com, Merangin - Kapasitas dan kemampuan para perangkat desa harus terus ditingkatkan, terlebih untuk pemahaman sistem digitaliasi yang wajib

 

Perspektif
Minggu, 19 September 2021 22:27 WIB

Membaca Indonesia. Catatan Kecil Atas 50 Tahun Rekayasa Sosial: 5 Bias dan 5 Mitos


Oleh: Wahyu Prasetyawan* Riwanto Tirtosudarmo (selanjutnya Riwanto) dalam tulisannya membahas adanya 5 bias dan 5 mitos dalam proses rekayasa sosial selama

 

Sosok dan Pemikiran
Minggu, 19 September 2021 08:00 WIB

Ketangguhan Membaca dan Menulis Seorang Riwanto Tirtosudarmo


Oleh: Anggi Afriansyah* Rabu, 15 September 2021 saya menerima pesan dari Pak Riwanto Tirtosudarmo. Dalam pesan itu ia mengirim sebuah buku Berjudul “Mencari