Rabu, 22 September 2021


Minggu, 10 Februari 2019 14:12 WIB

Masyarakat 3 Desa dan 1 Kelurahan di Kumpeh Gelar Aksi Besar-besaran Lawan Aktivitas Ilegal PT BBS

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Surat berita acara warga 3 desa dan 1 kelurahan yang akan melakukan aksi unjuk rasa terhadap PT BBS

Kajanglako.com, Muaro Jambi - Persoalan konflik atas tanah yang muncul di Kecamatan Kumpeh dengan PT Bukit Bintang Sawit (BBS) sampai saat ini belum terselesaikan.

Ada 495 kepala keluarga yang kehilangan atas tanahnya seluas 1.373,4 hektar berasal dari Desa Sogo Desa Seponjen, Dusun Pulao Tigo, dan Kelurahan Tanjung Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi, yang sampai saat ini masih dalam penguasaan PT BBS.



Abdul dari Walhi Jambi mengatakan, pada posisi konflik yang terjadi sampai saat ini masih dalam proses pemantauan beberapa lembaga di level nasional, seperti Komnas HAM, Mabes POLRI, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Walhi.

Abdul mengatakan, sesuai arahan yang diberikan oleh lembaga nasional yang terlibat dalam proses pemantauan konflik ini, Pemerintah Daerah seperti Bupati Muaro Jambi dan instansi terkait lainnya, agar secepatnya menyelesaiakn konflik ini dan tidak sampai berlarut-larut. Akan tetapi tidak terlaksana sampai tahun 2019 dan sudah melewati 3 masa kepemipinan Bupati di Kabupaten Muaro Jambi.

"Masyarakat sudah muak dengan janji manis dan ketidakseriusan pemerintah dalam proses penyelesaian konflik yang terjadi," katanya.

Maka dengan kesepakatan dan tekad yang bulat, Masyarakat Desa Sogo, 28 KK dari Desa Seponjen, 42 KK dari Dusun Pulao Tigo, dan 25 KK dari Kelurahan Tanjung Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi akan melakukan aksi di wilayah administrasi Desa Sogo yang dikuasai oleh PT BBS, yang akan dimulai pada hari Senin 11 Februari 2019 sampai ada keputusan dan kesepakatan atas tuntutan masyarakat.

"Karena perusahaan ini tidak ada izin di wilayah administrasi Desa Sogo dan pihak perusahaan telah melakukan aktivitas illegal, dengan leluasa mendapatkan keuntungan atas tanah masyararakat. Tidak pernah ditindak oleh pemerintah dan penegak hukum, investasi ilegal di atas tanah rakyat meguntungkan pengusaha dan membuat rakyat sengsara, sedang pemerintah hanya bisa berkomentar, “Ini adalah warisan dari periode sebelumnya, dan kami keno timpo tahlil"," katanya.

"Melalui seruan aksi ini kami meminta dukungan kepada seluruh elemen masyarakat, media, mahasiswa, organisasi buruh, oganisasi tani, organisasi masyarakat sipil dan semua pihak yang peduli untuk menyebarkan informasi ini dan menyampaikan kepada dunia, juga hadir menjadi saksi perjuangan masyarakat untuk mendapatkan hak atas tanah dan kehidupan yang lebih baik ke epannya. Tuhan tidak lagi menciptakan tanah, sedang manusia akan terus bertambah, kemana masyarakat desa akan hidup, sedang kota hanya menawarkan mimpi dan janji, seperti politikus jelang pesta demokrasi," katanya lagi. (kjcom/*)


Tag : #Konflik Lahan #Kumpe #Desa Sogo #Muarojambi



Berita Terbaru

 

Vaksinasi Covid-19
Rabu, 22 September 2021 13:03 WIB

70 Ribu Warga Sarolangun Telah di Vaksin


Kajanglako.com, Sarolangun – Pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Sarolangun terus dilaksanakan. Baik dari Pemerintah Daerah, TNI dan Polri,

 

Vaksinasi Covid-19
Rabu, 22 September 2021 12:51 WIB

Bersama TNI, Pemkab Sarolangun Sasar Vaksinasi untuk Remaja Diatas 12 Tahun


Kajanglako.com, Sarolangun – TNI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun kembali melaksanakan vaksinasi gratis, Rabu, (21/09/2021). Kali ini, yang

 

Rabu, 22 September 2021 12:36 WIB

Pemkab Merangin Ingin Perangkat Desa Pahami Sistem Digitalisasi


Kajanglako.com, Merangin - Kapasitas dan kemampuan para perangkat desa harus terus ditingkatkan, terlebih untuk pemahaman sistem digitaliasi yang wajib

 

Perspektif
Minggu, 19 September 2021 22:27 WIB

Membaca Indonesia. Catatan Kecil Atas 50 Tahun Rekayasa Sosial: 5 Bias dan 5 Mitos


Oleh: Wahyu Prasetyawan* Riwanto Tirtosudarmo (selanjutnya Riwanto) dalam tulisannya membahas adanya 5 bias dan 5 mitos dalam proses rekayasa sosial selama

 

Sosok dan Pemikiran
Minggu, 19 September 2021 08:00 WIB

Ketangguhan Membaca dan Menulis Seorang Riwanto Tirtosudarmo


Oleh: Anggi Afriansyah* Rabu, 15 September 2021 saya menerima pesan dari Pak Riwanto Tirtosudarmo. Dalam pesan itu ia mengirim sebuah buku Berjudul “Mencari