Kamis, 13 Mei 2021


Minggu, 10 Februari 2019 14:12 WIB

Masyarakat 3 Desa dan 1 Kelurahan di Kumpeh Gelar Aksi Besar-besaran Lawan Aktivitas Ilegal PT BBS

Reporter : Redaksi
Kategori : Berita Hukrim

Surat berita acara warga 3 desa dan 1 kelurahan yang akan melakukan aksi unjuk rasa terhadap PT BBS

Kajanglako.com, Muaro Jambi - Persoalan konflik atas tanah yang muncul di Kecamatan Kumpeh dengan PT Bukit Bintang Sawit (BBS) sampai saat ini belum terselesaikan.

Ada 495 kepala keluarga yang kehilangan atas tanahnya seluas 1.373,4 hektar berasal dari Desa Sogo Desa Seponjen, Dusun Pulao Tigo, dan Kelurahan Tanjung Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi, yang sampai saat ini masih dalam penguasaan PT BBS.



Abdul dari Walhi Jambi mengatakan, pada posisi konflik yang terjadi sampai saat ini masih dalam proses pemantauan beberapa lembaga di level nasional, seperti Komnas HAM, Mabes POLRI, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Walhi.

Abdul mengatakan, sesuai arahan yang diberikan oleh lembaga nasional yang terlibat dalam proses pemantauan konflik ini, Pemerintah Daerah seperti Bupati Muaro Jambi dan instansi terkait lainnya, agar secepatnya menyelesaiakn konflik ini dan tidak sampai berlarut-larut. Akan tetapi tidak terlaksana sampai tahun 2019 dan sudah melewati 3 masa kepemipinan Bupati di Kabupaten Muaro Jambi.

"Masyarakat sudah muak dengan janji manis dan ketidakseriusan pemerintah dalam proses penyelesaian konflik yang terjadi," katanya.

Maka dengan kesepakatan dan tekad yang bulat, Masyarakat Desa Sogo, 28 KK dari Desa Seponjen, 42 KK dari Dusun Pulao Tigo, dan 25 KK dari Kelurahan Tanjung Kecamatan Kumpeh Kabupaten Muaro Jambi akan melakukan aksi di wilayah administrasi Desa Sogo yang dikuasai oleh PT BBS, yang akan dimulai pada hari Senin 11 Februari 2019 sampai ada keputusan dan kesepakatan atas tuntutan masyarakat.

"Karena perusahaan ini tidak ada izin di wilayah administrasi Desa Sogo dan pihak perusahaan telah melakukan aktivitas illegal, dengan leluasa mendapatkan keuntungan atas tanah masyararakat. Tidak pernah ditindak oleh pemerintah dan penegak hukum, investasi ilegal di atas tanah rakyat meguntungkan pengusaha dan membuat rakyat sengsara, sedang pemerintah hanya bisa berkomentar, “Ini adalah warisan dari periode sebelumnya, dan kami keno timpo tahlil"," katanya.

"Melalui seruan aksi ini kami meminta dukungan kepada seluruh elemen masyarakat, media, mahasiswa, organisasi buruh, oganisasi tani, organisasi masyarakat sipil dan semua pihak yang peduli untuk menyebarkan informasi ini dan menyampaikan kepada dunia, juga hadir menjadi saksi perjuangan masyarakat untuk mendapatkan hak atas tanah dan kehidupan yang lebih baik ke epannya. Tuhan tidak lagi menciptakan tanah, sedang manusia akan terus bertambah, kemana masyarakat desa akan hidup, sedang kota hanya menawarkan mimpi dan janji, seperti politikus jelang pesta demokrasi," katanya lagi. (kjcom/*)


Tag : #Konflik Lahan #Kumpe #Desa Sogo #Muarojambi



Berita Terbaru

 

Senin, 10 Mei 2021 20:52 WIB

Sambut Kunker Komisi III, Al Haris: Masih Banyak Hal yang Perlu Dibenahi di Provinsi Jambi


Kajanglako.com, Merangin - Bupati Merangin, Al Haris bersama jajarannya, menyambut kunjungan kerja (Kunker) Komisi III DPRD Provinsi Jambi, yang dipimping

 

Jumat, 07 Mei 2021 20:31 WIB

35,6 Persen Masyarakat Menolak Divaksin, Ini Alasannya


Kajanglako.com, Jakarta - Pusat Polling (Puspoll) Indonesia merilis hasil survei tentang “Pandemi, Mudik, dan Distribusi Ekonomi”, Jumat, (7/5/2021).

 

Jumat, 07 Mei 2021 18:34 WIB

Survei Puspoll: 49 % Masyarakat Tak Setuju Kebijakan Larangan Mudik Lebaran


Kajanglako.com, Jakarta - Pusat Polling (Puspoll) Indonesia merilis hasil survei tentang “Pandemi, Mudik, dan Distribusi Ekonomi”, Jumat, (7/5/2021).

 

Jumat, 07 Mei 2021 16:52 WIB

Pemkab Muaro Jambi Kembali Raih WTP, Ini Kata Ketua DPRD Yuli Setia Bhakti


Kajanglako.com, Muaro Jambi – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Muaro Jambi, berhasil meraih kembali predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) oleh

 

Rabu, 05 Mei 2021 18:41 WIB

Dua Pejabat Dinkes Reaktif Rapid Antigen, Wabup: Siapa Saja Bisa Terpapar


Kajanglako.com, Sarolangun - Kasus Covid-19 di Kabupaten Sarolangun telah berjumlah 220 orang yang dinyatakan positif. Virus Corona hingga kini masih mengintai