Rabu, 03 Maret 2021


Jumat, 16 November 2018 06:20 WIB

Bentuk Museum Bioskop, Tempoa Art Digandeng Institut Kesenian Jakarta

Reporter : Ardi Putra
Kategori : Zona Berita Daerah

Foster Film milik Bioskop Harkopo Lie. Sumber: Harkopo Lie

Kajanglako, Jambi-hanya tinggal menghitung hari, Festival Budaya Bioskop Jambi segera dibuka untuk publik. Festival untuk pertama kali di Jambi ini merupakan kerjasama Fakultas Seni Rupa, Institut Kesenian Jakarta (FSR-IKJ) dengan Tempoa Art Jambi, milik keluarga Harkopo Lie, yang dilaksanakan pada 21-30 November 2018,  bertempat di Tempoa Art Gallery, Jl. Tempoa II Jelutung No. 21, Kota Jambi.

Firman Lie, pengajar Seni Rupa Institut Kesenian Jakarta (FSR-IKJ), mengatakan festival budaya Bioskop ini merupakan tahapan dari kerja-kerja riset tim FSR-IKJ bersama Tempoa Art yang telah berjalan sebelumnya sampai Museum Bioskop Jambi terwujud nantinya (7/11).



Ia menambahkan, Jambi sangat beruntung karena dalam situasi industri film yang maju pesat sekarang, masih bisa kita temukan tinggalan artefak industri bioskop era 1970-an milik keluarga Harkopo Lie, yakni mulai dari media promosi, baliho, kamera proyektor, kursi-kursi, kendaraan, hingga gedung.

Diakui Harkopo Lie, meski bioskop tersebut ditutup sejak 1990-an, sebagian besar peralatannya masih tersimpan rapi di gudang Tempoa sekarang.

“Semoga kehadiran festival budaya bioskop ini menjadi sarana pembelajaran narasi tentang sejarah bioskop era 1970-1990-an dan sekaligus menjadi sarana wisata alternatif bagi masyarakat Jambi. Apatahlagi sejauh ini artefak industri bioskop belum menjadi perhatian warga masyarakat,” tambahnya.

Ket: Harkopo Lie bersama ribuan koleksi foster film Bioskop miliknya (Dok. Harkopo).

Senada hal itu, Firman Lie, mencontohkan, salah satu model yang bisa menjadi rujukan, sebutnya, seperti Museum Transportasi di Malang, yang saat ini menambah keunikan kota Malang sekaligus menjadi destinasi alternatif bagi wisatawan baik domestik maupun luar negeri.  “Jadi kita berharap festival ini menjadi agenda tahunan. Tempoa sebagai fasilitator pengembangan komunitas seni dan kebudayaan Jambi secara keseluruhan dan memperkuat Jambi dalam hal pariwisata,” pungkasnya.

Festival Budaya Bioskop Jambi selama sembilan hari ini diisi beragam acara, yakni, antara lain, seminar Museum Bioskop untuk Pengembangan Budaya dan Industri Budaya Jambi dengan pembicara kunci Dr. Hilmar Farid, Direktura Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI; bersama pembicara lainnya, yakni Jumardi Putra (pemerhati Budaya Jambi); Harkopo Lie (Pemilik Tempoa Art); Indah Tjahjawulan (Dekan FSR IKJ); Yudi Amboro (Akademisi/Peneliti); dan Adityayoga (Akademisi/Praktisi Branding).

Selain itu, ada pameran artefak Tempoa; Lokakarya Melukis Baliho Bioskop; Pemutaran Film; Lokakarya Sketsa Kota dan Fotografi kuliner khas Jambi; Lokakarya Mural; dan Pameran Seni Rupa.

Ket: Program Kegiatan Festival Budaya Bioskop Jambi. (Sumber: IKJ)


Tag : #Festival Budaya Bioskop #Museum Bioskop Jambi #Tempoa Art and Gallery #Fakultas Seni Rupa #Institut Kesenian Jakarta



Berita Terbaru

 

Perspektif
Rabu, 24 Februari 2021 20:17 WIB

Jokowi dan Anies Baswedan


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Mungkin ada banyak perbedaan antara keduanya. Gaya bicaranya, blusukannya, taktik melobinya, politik identitasnya dan

 

Perspektif
Senin, 22 Februari 2021 17:18 WIB

Ada Yang Membusuk dalam Darah di Tubuh Kita


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Mungkin di tubuh saya dan sebagian dari kita sudah ada virus covid-19, tetapi tidak ada gejala yang tampak dari luar. Kita

 

Sejarah Jambi
Senin, 22 Februari 2021 16:29 WIB

Walter M Gibson


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Dalam rangka menyiapkan tulisan untuk rubrik ‘Telusur Jambi,’ saya teringat pada satu tas

 

Hari Sampah
Minggu, 21 Februari 2021 10:20 WIB

Peringati Hari Sampah Lewat Program Sepuluh Jari Menganyam


JAMBI--Memperingati hari sampah yang jatuh setiap 21 Februari, masyarakat Jambi diajak untuk lebih peduli lingkungan. Mulai dari diri sendiri. Mulai dari

 

Sengketa Rumah Ibadah
Kamis, 18 Februari 2021 10:42 WIB

Sengketa Rumah Ibadah dan Kearifan Budaya Lokal Jambi


Oleh: Juparno Hatta* Di mata dunia internasional, Indonesia dikenal dengan nilai toleransi yang tinggi di tengah-tengah kemajemukan sebagai sebuah kesemestian.