Sabtu, 25 September 2021


Kamis, 28 September 2017 14:34 WIB

Acara-Acara Menarik Kampung Buku Jogja 2017

Reporter :
Kategori : Zona

Setelah sukses menggelar Kampung Buku Jogja (KBJ) dua tahun sebelumnya, panitia Kampung Buku Jogja 2017 akan menggelar acara ini kembali untuk ketiga kalinya pada 4-8 Oktober mendatang.

Bertempat di lokasi yang sama, (Taman Kearifan - Kawasan Lembah - Food Park Universitas Gajah Mada), acara yang pada tahun-tahun sebelumnya diadakan hanya tiga hari ini, diperpanjang menjadi lima hari.



Meskipun membawa nama identitas Jogja, tapi KBJ tidak semata diperuntukkan bagi orang Jogja saja. Banyak penerbit dan pekerja buku datang dari luar kota. Beberapa penerbit seperti Kentja dari Jawa Barat, Marjin Kiri, Komunitas Bambu dari Jakarta, Ultimus dari Bandung akan hadir membawa buku mereka untuk dipamerkan. Sementara di Jogja sendiri, penerbit-penerbit besar seperti Resist, Insist, Galang Press, Ombak, Shira Media, Imortal dan Toko Buku Togamas akan hadir juga. Penerbit-pernerbit Indie seperti Kendi, Papyrus, Mata Bangsa, Indie Book Corner, Gading, Oak, Circa, Ganding, Buku Mojok, Octopus, dan puluhan penerbit indie lainnya sudah menyiapkan buku-buku mereka spesial utuk Kampung Buku Jogja 2017.

Arif Doelz, selaku Kepala Dukuh KBJ, mengatakan Kampung Buku Jogja diadakan bukan hanya semata untuk forum jual beli buku, tetapi juga kita rayakan dan presiasi setinggi mungkin.

Untuk mendukung rencana tersebut, lanjutnya, KBJ mengundang beberapa penggiat buku, sastrawan, pemerhati media, budayawan dan intelektual untuk berbagi wacana, sebagaimana tercermin dalam tema KBJ 2017, yaitu Literasi dan Pasar Buku.

Acara harian KBJ akan diisi oleh beberapa nama seperti Seno Gumira Ajidarma, Max Lane, Baskara T Wardaya, Nezar Patria, Shindunata, Saut Situmorang, Yusuf Dalipin, Nuran Wibisono, Arman Dhani, Indrian Koto, Gunawan Maryanto, Afrizal Malna, Hairus Salim, Landung Simatupang, Muhidin M. Dahlan, dan nama-nama lainnya.  

Para pembicara akan membawakan materi-materi yang beragam, mulai dari sastra dan jurnalisme, jurnalisme dan media digital, literasi kebangsaan, bedah buku musik, novel, buku wacana, sampai buku tentang sepak bola. Acara akan dikemas secara interaktif sehingga memungkinkan para peserta datang dan berinteraksi pada setiap acaranya.

Selain itu, acara juga akan diisi oleh pembacaan puisi, musik-musik indie Jogja serta penyerahan penghargaan bagi salah satu pekerja literasi yang dianggap memiliki sumbangsih dan pengabdian besar pada dunia perbukuan Indonesia.

 

Informasi lebih lanjut tentang perhelatan Kampung Buku Jogja 2017, bisa tuan dan puan baca di link berikut ini : https://drive.google.com/file/d/0B0fDSMZ8RuMlMGtXaDk3QTlRQW8/view

 

 


Tag : #literasi #buku #pasar #jogja



Berita Terbaru

 

Paripurna Dewan
Kamis, 23 September 2021 19:14 WIB

Paripurna DPRD: Gubernur Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait APBD Perubahan 2021


Kajanglako.com, Jambi – DPRD Provinsi Jambi kembali menggelar sidang paripurna terkait dengan jawaban Gubernur Jambi Al Haris atas pemandangan umum

 

Kamis, 23 September 2021 19:00 WIB

Masuki Musin Hujan, Pemkab Sarolangun Siaga Bencana Hidrometrologi


Kajanglako.com, Sarolangun – Memasuki musim hujan tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

 

Vaksinasi Covid-19
Kamis, 23 September 2021 18:49 WIB

Upaya Kegiatan Belajar Tatap Muka, Disdik Sarolangun Ingin Tuntaskan Vaksin Bagi Siswa


Kajanglako, Sarolangun – Dinas Pendidikan Sarolangun ingin menuntaskan pelaksanaan vaksinasi khusunya bagi para siswa. Saat ini beberapa sekolah

 

Kamis, 23 September 2021 17:39 WIB

Pemkab Merangin Raih Anugerah APE 2020 dari Kementerian PPPA RI


Kajanglako.com, Merangin - Pemerintah Kabupaten Merangin dibawah kepemimpinan Bupati H Mashuri, meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020, dari

 

Kamis, 23 September 2021 15:22 WIB

Di Hadapan Mendikbud Ristek, Al Haris Sampaikan Komitmen Kembangkan Candi Muaro Jambi


Kajanglako.com, Muaro Jambi – Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan komitmennya terhadap perkembangan candi Muaro Jambi. Menurut Al Haris, pemerintah