Sabtu, 25 September 2021


Senin, 18 September 2017 17:15 WIB

Kesal Listrik Sering Padam, Warga Geruduk PLN Tungkal

Reporter : Dayat
Kategori : Tanjabbar

Aksi unjuk rasa yang dilakukan warga di Kantor PLN Kuala Tungkal

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Pemadaman listrik terus menghantui warga Tanjab Barat, kesal aliran listrik hidup mati. Puluhan warga menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor PLN Rayon Kuala Tungkal, Senin (18/9).

"PLN harus bertanggung jawab untuk menormalkan aliran listrik, kami memohon kepada pihak PLN untuk mmebangun Gardu Induk untuk menormalkan tegangan voltase listrik saat ini,” kata Sudirman, Koordinator Aksi.



Kekesalan warga makin menjadi, karena tegangan listrik yang tidak stabil dan telah berlangsung cukup lama mengakibatkan banyak perangkat elektronik masyarakat yang rusak. Bahkan, pemadaman listrik juga menganggu kegiatan belajar mengajar. Belum lagi perkonomian warga yang mata pencariannya tergantung dengan listrik juga terkena imbasnya.

“Padahal masyarakat bayar terus, ini adalah hak masyarakat untuk mendapatkan pelayanan maksimal," pekik Sudirman melalui pengeras suara. 

Aksi unjuk rasa di Kantor PLN Rayon Kuala Tungkal ini mendapat pengawalan ketat personel Polres Tanjab Barat, Polsek Tungkal Ilir, Kodim 0419/Tanjab dan Satpol PP Tanjab Barat.

Usia melakukan orasi, perwakilan masyarakat diterima Kepala PLN Rayon Kuala Tungkal untuk melakukan diskusi di Kantor PLN. Diskusi juga diikuti sejumlah perwira dari Polres Tanjab Barat.

Dalam pertemuan ini, untuk memenuhi tuntutan warga. PLN berjanji akan mengoperasikan kembali PLTG yang terletak di Desa Pematang Lumut sebagai langkah untuk menormalkan tegangan listrik di Kota Kuala Tungkal, selanjutnya terkait pembangunan Gardu Induk di Kabupaten Tanjab Barat, PLN menyebut jika itu merupakan kewenangan PLN Pusat yang bekerjasama dengan Pemkab Tanjab Barat.

Masalah lain yang menjadi keluhan warga adalah masih adanya tiang listrik yang masih terbuat dari kayu. PLN Rayon Kuala Tungkal memberi jawaban berencana melakukan perawatan dan penggantian dengan menggunakan tiang beton.

“Untuk menampung aspirasi masyarakat, PLN Rayon Kuala Tungkal akan membuat akun media sosial facebook dan akan dipublikasikan kepada masyarakat," Terang Budi Setiawan, Kepala PLN Rayon Kuala Tungkal dihadapan perwakilan warga.

Melalui pertemuan ini, Budi menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Barat. Khususnya Kota Kuala Tungkal, atas kondisi kelistrikan yang terjadi saat ini.

“Insya Allah kami akan terus berupaya untuk terus memperbaiki pelayanan menjadi lebih maksimal," ujar Budi (kjcom)


Tag : #PLN #kuala tungkal #pemadaman listrik #Tanjab Barat #unjuk rasa



Berita Terbaru

 

Paripurna Dewan
Kamis, 23 September 2021 19:14 WIB

Paripurna DPRD: Gubernur Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait APBD Perubahan 2021


Kajanglako.com, Jambi – DPRD Provinsi Jambi kembali menggelar sidang paripurna terkait dengan jawaban Gubernur Jambi Al Haris atas pemandangan umum

 

Kamis, 23 September 2021 19:00 WIB

Masuki Musin Hujan, Pemkab Sarolangun Siaga Bencana Hidrometrologi


Kajanglako.com, Sarolangun – Memasuki musim hujan tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

 

Vaksinasi Covid-19
Kamis, 23 September 2021 18:49 WIB

Upaya Kegiatan Belajar Tatap Muka, Disdik Sarolangun Ingin Tuntaskan Vaksin Bagi Siswa


Kajanglako, Sarolangun – Dinas Pendidikan Sarolangun ingin menuntaskan pelaksanaan vaksinasi khusunya bagi para siswa. Saat ini beberapa sekolah

 

Kamis, 23 September 2021 17:39 WIB

Pemkab Merangin Raih Anugerah APE 2020 dari Kementerian PPPA RI


Kajanglako.com, Merangin - Pemerintah Kabupaten Merangin dibawah kepemimpinan Bupati H Mashuri, meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020, dari

 

Kamis, 23 September 2021 15:22 WIB

Di Hadapan Mendikbud Ristek, Al Haris Sampaikan Komitmen Kembangkan Candi Muaro Jambi


Kajanglako.com, Muaro Jambi – Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan komitmennya terhadap perkembangan candi Muaro Jambi. Menurut Al Haris, pemerintah