Selasa, 13 April 2021


Kamis, 31 Agustus 2017 17:34 WIB

50 Unit Perumahan Nelayan Terancam Dibongkar

Reporter :
Kategori : Tanjabbar

Pembangunan perumahan khusus nelayan di Parit VII Kuala Tungkal yang diduga tidak sesuai spesifikasi

Kajanglako.com, Tanjung Jabung Barat – Pembangunan 50 unit Perumahan Khusus (Rusus) Nelayan di kawasan Parit VII Kuala Tungkal Tanjab Barat, diduga tidak sesuai spesifikasi pekerjaan, puluhan unit rumah yang dibangun melalui dana APBN itu terancam dibongkar.

Munculnya dugaan penyimpangan, ketika ditemukan plester dinding yang seharusnya dalam Bills Of Qwanties (BQ) setebal 15 milimeter, kenyataannya hanya 10 milimeter.



Begitu juga dalam segi pembesian, pemakaian behel tapak juga diduga tidak memenuhi spesifikasi. Besi yang semula menggunakan ukuran 12 milimeter, hanya menggunakan besi ukuran 10 milimeter.

“Awalnya digunakan besi behel untuk tapak berukuran 12 milimeter sebanyak 50 batang. Pemasangan selanjutnya hanya pakai ukuran 10 mm,” ungkap seorang pekerja yang meminta identitasnya tidak disebutkan.

Konsultan pembangunan rumah nelayan ini juga mengungkapkan adanya indikasi kecurangan, untuk ukuran bangunan satu unit rumah tapak pondasi biasa menggunakan besi sekitar 20 batang untuk tipe 36.

“Kalau dikalikan 50 unit, tapak pondasi bangunan perumahan nelayan itu butuh seribu batang,” kata konsultan itu.

Ironisnya, dari informasi pekerja di lapangan, besi tapak ukuran 12 milimeter hanya didatangkan sekitar 50 batang. Kekuatan fisik bangunan ini dikhawatirkan tidak maksimal.

Masih menurut konsultan tersebut, balok slop juga minim pembesian. “Jika bangunan ini terus dikerjakan, jelas tidak akan sesuai harapan,” sebutnya.

Menanggapi adanya dugaan kekurangan volume dalam pembangunan rumah nelayan tersebut, Kabid Pemukiman dan Perumahan Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Tanjabbar, Arif Sambudi, menegaskan jika pihaknya tak ada hubungan permanen dalam mengawasi pembangunan 50 unit rumah nelayan ini.

“Kami tidak ada hubungan langsung untuk mengawasinya. Jika benar dugaan itu, secara teknis harus ditinjau kembali. Bisa saja dibongkar dan dibangun kembali agar tidak memakan korban,” tegas Arif.

Meski pihaknya diikutsertakan dalam pembangunan rumah nelayan tersebut, namun hanya sebatas penyediaan lahan lokasi. “Kami dari Kimrum tidak tahu soal teknisnya,” ujarnya. (die)


Tag : #Tanjjabbar #Nelayan #Perumahan



Berita Terbaru

 

Sosok dan Pemikiran
Selasa, 13 April 2021 16:09 WIB

Dhakidae, Cendekiawan dan Kekuasaan


Oleh: Fridiyanto* Daniel Dhakidae, seorang begawan ilmu sosial yang mungkin menurut saya tidak terlampau banyak dikenal di kalangan akademisi perguruan

 

Jumat, 09 April 2021 13:10 WIB

Warga SAD Bukit 12 Ikut Berkompetisi di Penerimaan Anggota Polri Tahun 2021


Kajanglako.com, Sarolangun - Satu orang warga Suku Anak Dalam (SAD) di wilayah Sarolangun mendaftarkan diri dalam penerimaan polisi di tahun 2021. Warga

 

Kamis, 08 April 2021 16:54 WIB

UN Ditiadakan, Asesmen Nasional Jadi Penentu Kelulusan Siswa di Sekolah


Kajanglako.com, Sarolangun – Tahun 2021 ini, Ujian Nasional yang biasanya menentukan kelulusan bagi siswa dan siswi baik SD, SMP maupun SMA sederajat,

 

Sejarah Jambi
Kamis, 08 April 2021 13:58 WIB

Cerita dari Daerah Jambi (2)


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) 11. Kemudian diceritakan bahwa pada waktu, Mahmud Mahyuddin sendiri sedang berperang di Jambi. Perang

 

Kamis, 08 April 2021 12:15 WIB

Pemkab Merangin Bolehkan Tarawih dan Sholat Idul Fitri Berjamaah


Kajanglako.com, Merangin - Pemerintah Kabupaten Merangin mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Bupati