Kamis, 16 September 2021


Rabu, 28 Juli 2021 17:56 WIB

Terjaring Razia dan Didenda Rp 1.000.000, Parmin: Itu Terlalu Kejam dan Keras

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah

Foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Penindakan pelaku usaha yang dianggap melanggar protokol kesehatan di kota Sarolangun dinilai terlalu keras. Tim gabungan Satgas Covid-19 Kabupaten Sarolangun dalam razia terhadap pelaku usaha memberlakukan denda hingga Rp 1.000.000.

Parmin penjual Bakso Murni Pakde Solo yang berada di komplek pertokoan pasar atas yang dianggap telah melanggar protokol kesehatan menilai penerapan denda tersebut terlalu kejam dan keras.



Sanksi diberlakukan kepada pelaku usaha yang melanggar protokol kesehatan seperti tidak mencantumkan banner wajib gunakan masker, melayani pembeli yang tidak gunakan masker. Lalu, tidak memberlakukan jaga jarak, atau tidak menyediakan air pembersih tangan disertai tisu atau lap tangan.

Hal itu dianggap sebagai pelanggar protokol kesehatan, dan telah melanggar aturan Bupati no 70 tahun 2020 tentang disiplin dan penerapan hukum protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian Covid-19 di Kabupaten Sarolangun.

Parmin pemilik toko Bakso Murni Pakde Solo, yang dinyatakan melanggar protokol kesehatan, sempat berdebat dengan petugas saat terjaring razia. Menurutnya, penerapan sanksi membayar denda Rp 1.000.000 dan bila tidak dibayar tempat usahanya akan disegel, dinilai pemerintah terlalu keras.

"Cobalah, Pak, kami pagi ini belum dapat pelanggan, dikenakan sanksi bayar satu juta bukanya uang sedikit. Bukannya itu terlalu keras, cobalah bayangkan dan punya perasaan," kata Parmin.

Masih katanya, "Masak iya tidak ada toleransi, tiba-tiba razia yang dibilang melanggar dikenakan sanksi bayar satu juta ini sudah terlalu keras pak".

Parmin yang mengaku tidak punya uang untuk membayar denda karena omset pemasukan penjualannya di pagi hari masih kecil. Penyegelan tempat usahanya dilakukan oleh petugas sampai ia melakukan pembayaran ke bank 9 Jambi, baru segel bisa dibuka.

Sementara Kasat Pol PP Sarolangun Riduan menjelaskan, dari 5 beberapa toko yang melanggar protokol kesehatan dua di antaranya disegel lantaran tidak membayar denda pelanggaran prokes, termasuk toko Bakso Murni Pakde Solo. Segel akan dibuka bila telah dilakukan pembayaran denda.

"Kita menerapkan aturan yang berlaku, pelanggar yang disegel akan dibuka kembali bila telah melakukan pembayaran denda sebesar Rp 1.000.000," jelas Riduan, Kasat Pol PP Sarolangun. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Buku Mencari Indonesia
Kamis, 16 September 2021 14:44 WIB

Mencari Indonesia: Laku Pikir Riwanto Tirtosudarmo "Pasca-Cornell"


Oleh: Gutomo Bayu Aji* Dalam kurun waktu empat belas tahun terakhir, Riwanto Tirtosudarmo setidaknya telah menerbitkan tiga buku yang diberi judul berseri.

 

Rabu, 15 September 2021 16:30 WIB

6 Manfaat Bermain Lego Bagi Berbagai Kalangan Usia


  Kajanglako.com - Lego merupakan sebuah game puzzle yang sangat menyenangkan untuk dimainkan. Biasanya lego adalah mainan untuk anak berusia balita

 

Selasa, 14 September 2021 12:36 WIB

Diduga Buronan Narkoba Hanyut di Sungai Saat Dikejar Petugas


Kajanglako.com, Bungo - Diduga seorang pelaku pengguna Narkoba dikabarkan hanyut di Sungai Batang Tebo, sekira pukul 17:55 WIB. Berusaha selamatkan diri

 

Senin, 13 September 2021 11:33 WIB

Gelapkan Mobil, Warga Desa Dusun Dalam Sarolangun Terancam 4 Tahun Penjara


Kajanglako.com, Sarolangun - Kepolisian Unit Reskrim Polsek Bathin VIII, Polres Sarolangun berhasil mengamankan seorang pelaku AR (36) Tahun Warga Desa

 

Cafe dan Perempuan
Minggu, 12 September 2021 20:54 WIB

Cafe, Gaya Hidup dan Aktualisasi Perempuan


Oleh: Nor Qomariyah* Belakangan ini marak kita jumpai di berbagai tempat, mulai jalanan kecil kompleks perumahan hingga jalan koridor utama, kedai kopi