Kamis, 16 September 2021


Senin, 26 Juli 2021 22:43 WIB

Dugaan Kecurangan Pilkades Mersip, Kadis PMD: Itu Tanggung Jawab Panitia Pelaksana

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah Pemerintahan

Foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Dugaan kecurangan pelaksanaan Pilkades Desa Mersip Kecamatan Limun Kabupaten Sarolangun, 15 Juli 2021 lalu, semakin n hangat diperbincangkan. Terkuak informasi dari sumber yang meminta namanya dirahasiakan bahwa persoalan ini cukup kompleks seperti adanya dugaan kecurangan Pantarlih, daftar pemilih tetap (DPT), hingga dugaan pungli yang dilakukan panitia pada semua pasangan calon kepala desa.

Informasi mengenai dugaan kecurangan Pilkades Mersip juga diakui didengar oleh Mulyadi Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD), namun Mulyadi tidak bisa berbuat banyak dan mengembalikan persoalan ini pada panitia pelaksana Pilkades.



"Dalam pelaksanaan penetapan itu menjadi tanggung jawab panitia tingkat desa, kita hanya mencoba mencari solusi setelah pelaksanaan Pilkades dengan laporan tersebut," sebut Mulyadi, Kadis PMD Kabupaten Sarolangun.

Mulyadi mengakui mendapat laporan dugaan kecurangan tersebut, tidak hanya dugaan kecurangan yang dilakukan panitia dalam Pantarlih/namun daftar pemilih tetap (DPT) ditemukan ada yang di bawah umur, serta ditemukan adanya warga luar masuk dalam DPT.

"Kita sudah terima laporan tersebut, tapi bukan ranah kita untuk menyelesaikannya melainkan kita kembalikan pada panitia pelaksana di tingkat desa tersebut," kata Mulyadi.

Mulyadi memgaku mengetahui adanya dugaan pungli terhadap calon kades masing-masing diminta uang 10 juta rupiah. Informasi itu disebutnya berdasarkan laporan tim pemenangan Calon Kades Mersip.

Mulyadi menerima laporan tersebut namun tidak bisa melakukan penindakan, dengan dalih semua menjadi tanggung jawab panitia pelaksana Pilkades di tingkat desa.

"Kita tidak benarkan adanya pungutan, pelaksanaan Pilkades ada biayanya dan ada anggarannya. Memang kita tidak menganggarkan tenda bilik suara dan makan minum panitia," jelasnya.

Masih kata Mulyadi, "Biasanya itu sudah berdasarkan kesepakatan setiap desa dan kita tidak tau hal itu, tapi laporan masuk ke kita".

Sementara sebelumnya Firmansyah ketua tim pemenangan salah satu calon kades menjelaskan, terjadi pungli yang dilakukan panitia pelaksana di tingkat desa, sebesar 10 juta rupiah sebelum pelaksanaan Pilkades dimulai.

"Iya setiap calon dimintai masing-masing 10 juta rupiah," ungkap Firmansyah via WhatsApp. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Buku Mencari Indonesia
Kamis, 16 September 2021 14:44 WIB

Mencari Indonesia: Laku Pikir Riwanto Tirtosudarmo "Pasca-Cornell"


Oleh: Gutomo Bayu Aji* Dalam kurun waktu empat belas tahun terakhir, Riwanto Tirtosudarmo setidaknya telah menerbitkan tiga buku yang diberi judul berseri.

 

Rabu, 15 September 2021 16:30 WIB

6 Manfaat Bermain Lego Bagi Berbagai Kalangan Usia


  Kajanglako.com - Lego merupakan sebuah game puzzle yang sangat menyenangkan untuk dimainkan. Biasanya lego adalah mainan untuk anak berusia balita

 

Selasa, 14 September 2021 12:36 WIB

Diduga Buronan Narkoba Hanyut di Sungai Saat Dikejar Petugas


Kajanglako.com, Bungo - Diduga seorang pelaku pengguna Narkoba dikabarkan hanyut di Sungai Batang Tebo, sekira pukul 17:55 WIB. Berusaha selamatkan diri

 

Senin, 13 September 2021 11:33 WIB

Gelapkan Mobil, Warga Desa Dusun Dalam Sarolangun Terancam 4 Tahun Penjara


Kajanglako.com, Sarolangun - Kepolisian Unit Reskrim Polsek Bathin VIII, Polres Sarolangun berhasil mengamankan seorang pelaku AR (36) Tahun Warga Desa

 

Cafe dan Perempuan
Minggu, 12 September 2021 20:54 WIB

Cafe, Gaya Hidup dan Aktualisasi Perempuan


Oleh: Nor Qomariyah* Belakangan ini marak kita jumpai di berbagai tempat, mulai jalanan kecil kompleks perumahan hingga jalan koridor utama, kedai kopi