Kamis, 16 September 2021


Rabu, 07 Juli 2021 11:23 WIB

Aksi Pejalan Kaki Asal Toba Adukan Kejahatan Lingkungan ke Presiden

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Nasional

Aktivis lingkungan gelar aksi jalan kaki protes kejahatan lingkungan ke Presiden / Foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Aktivis lingkungan asal Sumatera Utara melakukan aksi berjalan kaki ke Jakarta, menemui Presiden RI Jokowidodo, untuk mengadukan aksi kejahatan lingkungan. Aksi ini sebagai bentuk protes masyarakat adat Toba atas keberadaan PT TPL yang selama ini dianggap telah merusak hutan dan melakukan penyerobotan lahan adat kawasan pesisir Danau Toba.

"Kami berjalan kaki meminta agar kerusakan lingkungan yang dilakukan perusahaan dapat ditindak Presiden," sebut salah satu peserta aksi jalan kaki temui Presiden tersebut.



Sudah 24 hari tim yang terdiri dari 11 orang  aktivis lingkungan tanah Batak itu berjalan kaki sepanjang 793 KM dan beristirahat sejenak di Kabupaten Sarolangun, Rabu (06/07).

Setelah beristirahat semalam di kota Sarolangun, dan disambut anggota DPRD Sarolangun Ronald Pasaribu, mereka kembali melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki dan diiringi dua mobil pengantar.

Aksi berjalan kaki merupakan inisiatif Togu Simorangkir yang menginginkan kejahatan lingkungan segera ditindak, hal ini banyak mendapat  dukungan dari beberapa lapisan masyarakat.

Aksi jalan kaki yang dilakukan Togu Simorangkir, Irwan Sirait, Anita Martha Hutagalung bersama delapan orang lainnya memulai perjalanan dari makam Pahlawan Nasional Sisingamangaraja ke XII Desa Pagar Batu, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba, pada Senin (14/06).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk protes masyarakat adat Toba atas keberadaan PT TPL yang selama ini diduga telah merusak hutan dan penyerobotan lahan adat kawasan pesisir Danau Toba dan sering terjadi bentrok dengan masyarakat adat di sekitaran Danau Toba.

Nantinya rombongan pejalan kaki tim 11, setelah tiba di Jakarta menempuh perjalanan sepanjang lebih kurang 1.750 Km dari Lintas Wilayah Barat Sumatera, mereka akan menemui Presiden Joko Widodo untuk menyampaikan berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan PT TPL.

"Kita  meminta pemerintah mencabut izin konsesi pabrik bubur kertas, karena  PT TPL  tidak berdampak pada kesejahteraan warga setempat. Bahkan sebaliknya banyak  kerusakan ekosistem alam, dan penyerobotan lahan adat Toba yang terjadi," sebut Togu Simorangkir. (Kjcom)


Tag : #Aksi #Demo #Kejahatan #Lingkungan



Berita Terbaru

 

Buku Mencari Indonesia
Kamis, 16 September 2021 14:44 WIB

Mencari Indonesia: Laku Pikir Riwanto Tirtosudarmo "Pasca-Cornell"


Oleh: Gutomo Bayu Aji* Dalam kurun waktu empat belas tahun terakhir, Riwanto Tirtosudarmo setidaknya telah menerbitkan tiga buku yang diberi judul berseri.

 

Rabu, 15 September 2021 16:30 WIB

6 Manfaat Bermain Lego Bagi Berbagai Kalangan Usia


  Kajanglako.com - Lego merupakan sebuah game puzzle yang sangat menyenangkan untuk dimainkan. Biasanya lego adalah mainan untuk anak berusia balita

 

Selasa, 14 September 2021 12:36 WIB

Diduga Buronan Narkoba Hanyut di Sungai Saat Dikejar Petugas


Kajanglako.com, Bungo - Diduga seorang pelaku pengguna Narkoba dikabarkan hanyut di Sungai Batang Tebo, sekira pukul 17:55 WIB. Berusaha selamatkan diri

 

Senin, 13 September 2021 11:33 WIB

Gelapkan Mobil, Warga Desa Dusun Dalam Sarolangun Terancam 4 Tahun Penjara


Kajanglako.com, Sarolangun - Kepolisian Unit Reskrim Polsek Bathin VIII, Polres Sarolangun berhasil mengamankan seorang pelaku AR (36) Tahun Warga Desa

 

Cafe dan Perempuan
Minggu, 12 September 2021 20:54 WIB

Cafe, Gaya Hidup dan Aktualisasi Perempuan


Oleh: Nor Qomariyah* Belakangan ini marak kita jumpai di berbagai tempat, mulai jalanan kecil kompleks perumahan hingga jalan koridor utama, kedai kopi