Rabu, 22 September 2021


Selasa, 20 April 2021 16:20 WIB

Cerita dari Daerah Jambi (3)

Reporter :
Kategori : Telusur

Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda)

23. Kemudian diceritakan bahwa dari IX Kuto, Sultan berperahu ke hilir. Dari sana, ia meneruskan perjalanan ke Sungai Tembesi, Sungkai Tungkal dan ke dusun Surolangun di Jambi. Kemudian ia terus turun sampai ke Sungai Rawas. Di Rawas, ia mengangkat senjata dan berperang. Ketika peperangan usai, ia kembali ke dusun Surolangun di Jambi;



24. Kemudian diceritakan mengenai Raden Tabun. Ia berperahu ke hilir, dari Muara Tebo bersama orang-orang dari VII dan IX Kuto dan orang dari Marga XII. Ketika tiba di Jambi, ia berunding dengan penduduk negeri itu untuk membangun sebuah benteng di Tanjung Gundik. Pembesar-pembesar yang pergi bersama Raden Tabun adalah Raden Qasim, Pangeran Puspa dan Pangeran Krama Yuda;

25. Kemudian diceritakan bahwa Sultan dan Pangeran Ratu kembali ke Jambi. Kemudian Sultan menganugerahkan gelar Pangeran Depati Kerta Menggala kepada Raden Tabun. Lalu, Sultan menikahkannya dengan adiknya perempuannya yang bernama Ratu Mas Piah. Ketika Pangeran Depati berangkat ke hilir, ia membawa isteri yang berasal dari daerah hulu. Lalu, (setelah menikah), ia tidak diperbolehkan lagi mendatangi isterinya yang dari hulu itu; ketika ia hendak pergi ke daerah hulu, itu pun tak diizinkan. Karena itu, Pangeran Depati merasa kesal pada Ratu Mas Piah karena ia ingin pergi ke hulu;

26. Kemudian diceritakan bahwa  Pangeran Ratu dan adiknya, yang bernama Ratu Mas Piah, meminta adik perempuan Pangeran Depati untuk menjadi isteri Sultan. Lalu mereka bermufakat bahwa Ratu Mas Sri Kemala akan menjadi Ratu Agung di negeri dan akan memiliki kedudukan yang setara dengan Sultan di negeri;

  1. Dan kemudian diceritakan bahwa Sultan menikah dengan adik perempuan Pangeran Depati, Ratu Mas Sri Kemala. Setelah tiga bulan, Sultan tidak lagi mendatangi Ratu Mas Sri Kemala karena ia takut pada isterinya, Tuan Gadis, yang sangat disayanginya. Dalam segala hal, Sultan patuh pada kata-katanya;

28. Kemudian diceritakan bahwa Pangeran Ratu dan adiknya, Ratu Mas Piah, sangat terkejut mendengar bahwa Sultan memperlakukan Ratu Mas Sri Kemala sedemikian rupa. Pangeran Ratu merasa tidak enak terhadap Pangeran Depati karena telah ikut campur dalam urusan ini. Ia juga khawatir bahwa Pangeran Depati akan marah dengan Sultan karena adiknya itu;

29. Kemudian diceritakan bahwa Ratu Mas Sri Kemala memohon kepada Sultan agar diizinkan kembali ke hulu, ke Muara Tebo. Sultan tidak ingin melepasnya pergi sendiri ke dusun itu. Karena itu, Sultan pun pergi bersamanya. Ratu Mas Sri Kemala merasa kurang senang bahwa Sultan lebih menyayangi Tuan Gadis daripada dirinya sendiri;

30. Lalu diceritakan bahwa Pangeran Depati marah kepada Sultan karena adiknya diperlakukan sedemikian rupa dan karena Ratu Mas Sri Kemala sudah seringkali minta pulang, tetapi itu tidak diizinkan oleh Sultan. Pada waktu itu, Pangeran Depati tidak ikut campur lagi dalam urusan negeri. Ia diam saja;

  1. Sekali lagi diceritakan bahwa Pangeran Depati berencana akan meninggalkan Jambi untuk berdagang di Selat Singapura. Pangeran Depati menyampaikan hal ini kepada Tuan Peter Lammich (Catatan FA: Namanya tidak terbaca. Kemungkinan ia bertugas sebagai Kontrolir di Moeara Koempeh, tetapi tidak ada keterangan tambahan mengenai laki-laki ini). Ia juga menyampaikan kepada Pangeran Ratu bahwa ia akan pergi berdagang di Singapura;

32. Kemudian diceritakan bahwa saya, Demang Haidar, ditugaskan oleh Residen Palembang menemui Sultan Jambi untuk meminta uang garam dan juga untuk meminta agar Pangeran Depati membayar uang pajak garam. Dan ketika saya tiba di Moeara Koempeh, Tuan Peter Lammich (?) menceritakan bahwa Pangeran Depati hendak pergi ke Singapura. Lalu, saya menemui Sultan dan Pangeran Depati untuk menagih uang pajak di atas;

33. Kemudian diceritakan bahwa Pangeran Ratu memerintahkan dua orang mantri dan seorang pangeran untuk menemui Pangeran Depati dan menyampaikan bahwa Pangeran Ratu ingin bergabung dengan Pangeran Depati dan ingin ikut berlayar ke mana Pangeran Depati akan pergi. Pangeran Ratu tidak mau dikalahkan oleh Pangeran Depati. Mendengar permintaan Pangeran Ratu, Pangeran Depati diam saja tanpa reaksi. Ia juga tidak berbicara mengenai hutang Pangeran Depati pada Residen Palembang. Kemudian Pangeran Ratu membantu dengan berbicara kepada Sultan agar hasil (pemasukan) dari Moeara Koempeh diberikan kepada Pangeran Depati untuk membayar hutang tadi kepada Residen. Dan karena ia meminjam uang, Pangeran Depati urung berlayar;

34. Kemudian diceritakan bahwa Pangeran Ratu bermusyawarah dengan semua pembesar negeri dan menyampaikan bahwa ia menobatkan sultan sesuai dengan adat lama. Untuk pengangkatan sultan di negeri, orang membuat pesta besar, juga bersama orang-orang dari hulu. Semua orang diundang, seperti para pasirah dan perbatin, yang berkedudukan di bawah sultan. Dan ketika semua kepala (adat) dan perbatin dari daerah itu telah berkumpull, mereka bermain dadu di pendopo kraton dan mereka mengadu ayam. Siang-malam, orang-orang itu tidak berhenti bermain;

35. Dan kemudian diceritakan bahwa menurut adat, bila semua pasirah dan perbatin dari Jambi dan kesembilan lembah berkumpul, pada saat mereka datang dan memberi salam, setiap orang harus menyerahkan seekor kerbau, 100 kilogram beras dan 100 buah kelapa. Pada waktu mereka hendak pulang, Sultan memberikan seperangkat pakaian baru untuk setiap orang pasirah dan perbatin. Demikianlah hukumnya menurut adat.


Tag : #Telusur #Sejarah Jambi #Naskah Klasik Belanda



Berita Terbaru

 

Vaksinasi Covid-19
Rabu, 22 September 2021 13:03 WIB

70 Ribu Warga Sarolangun Telah di Vaksin


Kajanglako.com, Sarolangun – Pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Sarolangun terus dilaksanakan. Baik dari Pemerintah Daerah, TNI dan Polri,

 

Vaksinasi Covid-19
Rabu, 22 September 2021 12:51 WIB

Bersama TNI, Pemkab Sarolangun Sasar Vaksinasi untuk Remaja Diatas 12 Tahun


Kajanglako.com, Sarolangun – TNI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun kembali melaksanakan vaksinasi gratis, Rabu, (21/09/2021). Kali ini, yang

 

Rabu, 22 September 2021 12:36 WIB

Pemkab Merangin Ingin Perangkat Desa Pahami Sistem Digitalisasi


Kajanglako.com, Merangin - Kapasitas dan kemampuan para perangkat desa harus terus ditingkatkan, terlebih untuk pemahaman sistem digitaliasi yang wajib

 

Perspektif
Minggu, 19 September 2021 22:27 WIB

Membaca Indonesia. Catatan Kecil Atas 50 Tahun Rekayasa Sosial: 5 Bias dan 5 Mitos


Oleh: Wahyu Prasetyawan* Riwanto Tirtosudarmo (selanjutnya Riwanto) dalam tulisannya membahas adanya 5 bias dan 5 mitos dalam proses rekayasa sosial selama

 

Sosok dan Pemikiran
Minggu, 19 September 2021 08:00 WIB

Ketangguhan Membaca dan Menulis Seorang Riwanto Tirtosudarmo


Oleh: Anggi Afriansyah* Rabu, 15 September 2021 saya menerima pesan dari Pak Riwanto Tirtosudarmo. Dalam pesan itu ia mengirim sebuah buku Berjudul “Mencari