Minggu, 07 Maret 2021


Kamis, 14 Januari 2021 20:04 WIB

Diduga Melakukan PETI, Polres Merangin Amankan Alat Berat dan Tiga Warga Bungo

Reporter : Riki Saputera
Kategori : Berita Daerah

Kajanglako.com, Merangin - Polres Merangin amankan Eskavator dan tiga warga Bungo karena diduga melakukan kegiatan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) diwilayah hukum Polres Merangin.

Tiga orang warga Buango ini merupakan pemodal dan pemilik excavator yang melakukan aktivitas tambang di Dusun Patekun Desa Nalo Baru Kecamatan Nalo Tantan.



Kapolres Merangin, AKBP Irwan Andy mengatakan penangkapan tersebut dilakukan pada hari Sabtu 02 Januari 2021 lalu sekira pukul 23.30 WIB saat itu personil Polsek Bangko melaksanakan Patroli dikawasan Simpang Mentawak.

Ketika patroli, personil melihat ada Mobil Trado yang mengangkut Alat berat Escavator dan Truck Mitsubishi Cunter PS 120 yang berjalan beriringan. Karena merasa curiga, personil Polsek menghentikan Mobil Trado dan Mobil Truck Mitsubishi Cunter PS 120, untuk selanjutnya melakukan pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, didalam Mobil Truck Mitsubishi Cunter PS 120 terdapat 1 set alat penambang emas tanpa izin (Dompeng), untuk selanjutnya Mobil trado dan Mobil Truck Mitsubishi Cunter PS 120 beserta sopirnya diamankan di Polres Merangin.

Keterangan sopir, dirinya dan rekan lainnya hanya disuruh oleh seseorang untuk menjemput alat tersebut. Mendapat informasi itu, pihaknya langsung melakukan penyelidikan.

"Menindak lanjuti penyelidikan dalam rangka pengamanan alat berat yang diduga digunakan untuk PETI telah diamanakan tiga orang yang berperan sebagai pemodal dan pemilik excavator," kata Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy P, Kamis (14/01).

Tiga orang tersebut adalah M Ikhsan (45) warga Desa Sungai Arang Kecamatan Bungo Dani Kabupaten Muara Bungo, Benny Noven (41) warga Rimbo Tengah Kabupaten Muara Bungo dan Ghufron (38) yang juga warga Rimbo Tengah.

Saat ini barang bukti berupa excavator dan lain sebagainya masih diamankan di Mapolres Merangin. Kapolres menyebut jika pihaknya akan melakukan penegakan hukum terhadap masyarakat yang melakukan penambangan dengan cara merusak lingkungan.

Pada tahun 2020 lalu, pihaknya berhasil mengungkap sembilan kasus PETI, dari kasus itu delapan diantaranya sudah inkracht dan pelaku sudah mendapatkan hukuman, sementara satu kasus masih di proses.

"Di tahun ini kita juga berhasil mengungkap satu kasus dengan barang bukti satu alat berat dengan tiga tersangka," sebut Kapolres.

Dalam mengungkap kasus PETI ini, dirinya berharap kepada semua lini untuk saling bekerjasama dan menginformasikan kepada petugas jika mengetahui adanya aktivitas ilegal ini.

"Kami berharap informasi dari masyarakat," katanya.(Kjcom)


Tag : #jambi #merangin #PETI #polres #alat berat



Berita Terbaru

 

Rabu, 03 Maret 2021 08:25 WIB

Diduga Disunat, Dewan Pertanyakan Setoran Retribusi Terminal Muarabulian


Kajanglako.com, Batanghari - Uang setoran retribusi Terminal Muarabulian diduga disunat. Hal ini diungkapkan Anggota DPRD Kabupaten Batanghari. Menurut

 

Selasa, 02 Maret 2021 21:31 WIB

Bahas Honorer Nonkategori, DPRD Merangin Panggil Diknas dan BKD


Kajanglako.com, Merangin - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Merangin hearing dengan Dinas Pendidikan Kebudayaan dan BKPSDM Merangin,

 

Perspektif
Rabu, 24 Februari 2021 20:17 WIB

Jokowi dan Anies Baswedan


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Mungkin ada banyak perbedaan antara keduanya. Gaya bicaranya, blusukannya, taktik melobinya, politik identitasnya dan

 

Perspektif
Senin, 22 Februari 2021 17:18 WIB

Ada Yang Membusuk dalam Darah di Tubuh Kita


Oleh: Riwanto Tirtosudarmo* Mungkin di tubuh saya dan sebagian dari kita sudah ada virus covid-19, tetapi tidak ada gejala yang tampak dari luar. Kita

 

Sejarah Jambi
Senin, 22 Februari 2021 16:29 WIB

Walter M Gibson


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) Dalam rangka menyiapkan tulisan untuk rubrik ‘Telusur Jambi,’ saya teringat pada satu tas