Rabu, 14 April 2021


Kamis, 10 Desember 2020 16:40 WIB

Nibras, Ujung Tombak Pada Jambi Fashion Festival 2020

Reporter :
Kategori : Ragam

Busana karya Perancang Rifdatul Khoiro. Dok. Wenny Ira R.

Oleh: Wenny Ira R.

Menonjolkan palet warna yang cenderung gelap pada rancangan busana muslim yang diciptakannya, Rifdatul Khoiro, perancang busana muda alumni Jambi Fashion Festival 2017 dan lulusan Sekolah Islamic Fashion Institute Bandung ini menampilkan lima belas karyanya di atas panggung Jambi Fashion Festival 2020 pada Sabtu, 5 Desember 2020 kemarin di ruang Ebony, hotel BW Luxury, Kota Jambi.



Kali ini, rancangan busana Rifdatul Khoiro berjudul “Nibras” yang artinya pemberani atau ujung tombak. Bagi Rifda, Nibras melambangkan bahwa sekarang generasi muda merupakan ujung tombak untuk melestarikan budaya Jambi.

“Rifda lihat saat ini peranan generasi muda sangat penting sebagai ujung tonbak untuk melestarikan budaya Jambi dan sesuai dnegan arti Nibras itu sendiri adalah pemberani atau ujung tombak,” terang Rifdatul Khoiro yang pernah mendapat juara satu tingkat nasional pada lomba desain busana di rapat kerja IPEMI (Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia) pusat pada tahun 2019. Terakhir Rifda juga mendapat juara satu lomba karya kreatif Indonesia yang diadakan oleh Bank Indonesia di Jambi pada tahun 2020.

Koleksi desain Rifda pada Jambi Fashion Festival 2020 keseluruhannya merupakan desain ready to wear deluxe dengan perpaduan motif batik Jambi seperti angso duo, durian pecah, keladi, merak ngeram, pauh, biji sepatu dan kembang sepatu, kesemuanya itu dipandang Rifda memiliki makna dalam tentang kehidupan.

“Palet warna yang cenderung gelap pada desain busana memberi pilihan baru untuk perempuan muslimah yang ingin tampil menggunakan batik Jambi dengan sentuhan kesan klasik,” jelas Rifda.

Ket: Perancang Bussana Rifdatul Khoiro. Dok: Khalida M.

Rifda menggandeng batik Berkah dalam rancangan busana yang ditampilkan di atas panggung Jambi Fashion Festival 2020. Batik Berkah sendiri terkenal di Jambi sebagai salah satu di antara produsen batik berkelas dan berkualitas tinggi. Ke-lima belas rancangan busana muslim Rifda menampilkan cita rasa berkualitas dari batik Berkah yang dikenakan baik oleh model perempuan maupun laki-laki.

Kain batik Berkah yang berkualitas tinggi dan ornamen seperti koin-koin klasik menghiasi rancangan busana Rifda dengan potongan model yang elegan dan kompleks. Ini lah unsur desain ready to wear deluxe dari rancangan Rifda yang tentunya dikerjakan dengan keahlian mengerjakan rancangan busana tersebut dengan baik.

“Untuk merancang busana ini waktunya singkat, hanya satu minggu karena acaranya sempat ingin ditunda di masa pandemi Covid-19 ini. Tapi berkat antusias pelaku kreatif khususnya di bidang fashion, akhirnya Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi tetap melaksanakannya dengan menerapkan protokol Covid-19,” papar Rifda.

Beberapa properti berupa tas anyaman bernuansa etnik turut melengkapi rancangan busana Rifda . Properti tersebut merupakan kolaborasi Rifda dengan pengrajin lokal Iko Batik Jambi. Tas anyaman tersebut merupakan kreasi Iko Batik Jambi dari bentuk anyaman tradisonal ke dunia fashion agar dapat digunakan lebih fashionable.  Jenis anyamannya antara lain anyaman purun dari Tanjung Jabung Barat,  anyaman bambu dan anyaman sumpit hantu khas Suku Anak Dalam keduanya dari Merangin , serta anyaman songkok rotan dari Batanghari.

Ket: Karya Busana Rifdatul Khoiro dalam Jambi Fashion Festival. Dok. Khalida M.

Tas anyaman purun berupa model tas biasa yang dikreasikan dengan bahan serat lainnya, sedangkan tas anyaman bambu yang lebih dikenal dengan tas Ago dari Merangin dihiasi dengan pom-pom khas yang memang menjadi ciri khasnya. Lalu tas anyaman sumpit hantu dikreasikan agar bisa ditenteng seperti tas tangan kecil dengan tetap mempertahankan bentuk anyaman aslinya.

Menariknya ada pada tas tangan yang berbentuk ayam jago hasil kreasi dari songkok rotan Batanghari. Menurut pemilik dari merek Iko Batik Jambi, tas ini terinspirasi dari pembelinya yang bershio ayam dan memesan tas kepadanya, kemudian ia bercerita mengenai falsafah ayam kepadanya.

Perpaduan material batik Berkah, tas anyaman Iko Batik Jambi pada rancangan busana muslim Rifda menampilkan citra kepedulian terhadap upaya pelestarian budaya lokal Jambi yang kuat. Sebagai anak muda yang menjadi ujung tombak pelestarian budaya, Rifda telah mengambil langkah berani untuk mempromosikan budaya Jambi melalui bidang mode dan fashion.

Rifda mengatakan bahwa event  Jambi Fashion Festival sangat ditunggu oleh anak muda Jambi. Menurutnya event ini dapat menjadi wadah baginya dan anak muda Jambi lainnya yang bergerak di bidang mode dan fashion untuk selalu berinovasi. Rifda dalam hal ini mengucapkan terimakasih kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Jambi dan juga kepada ibu ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kota Jambi.


Tag : #Ragam #Jambi Fashion Festival 2020 #Rifdatul Khoiro



Berita Terbaru

 

Sosok dan Pemikiran
Selasa, 13 April 2021 16:09 WIB

Dhakidae, Cendekiawan dan Kekuasaan


Oleh: Fridiyanto* Daniel Dhakidae, seorang begawan ilmu sosial yang mungkin menurut saya tidak terlampau banyak dikenal di kalangan akademisi perguruan

 

Jumat, 09 April 2021 13:10 WIB

Warga SAD Bukit 12 Ikut Berkompetisi di Penerimaan Anggota Polri Tahun 2021


Kajanglako.com, Sarolangun - Satu orang warga Suku Anak Dalam (SAD) di wilayah Sarolangun mendaftarkan diri dalam penerimaan polisi di tahun 2021. Warga

 

Kamis, 08 April 2021 16:54 WIB

UN Ditiadakan, Asesmen Nasional Jadi Penentu Kelulusan Siswa di Sekolah


Kajanglako.com, Sarolangun – Tahun 2021 ini, Ujian Nasional yang biasanya menentukan kelulusan bagi siswa dan siswi baik SD, SMP maupun SMA sederajat,

 

Sejarah Jambi
Kamis, 08 April 2021 13:58 WIB

Cerita dari Daerah Jambi (2)


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) 11. Kemudian diceritakan bahwa pada waktu, Mahmud Mahyuddin sendiri sedang berperang di Jambi. Perang

 

Kamis, 08 April 2021 12:15 WIB

Pemkab Merangin Bolehkan Tarawih dan Sholat Idul Fitri Berjamaah


Kajanglako.com, Merangin - Pemerintah Kabupaten Merangin mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Bupati