Rabu, 22 September 2021


Minggu, 29 November 2020 19:03 WIB

Film Negeri Dongeng, Catatan Pendaki Tentang Indonesia

Reporter :
Kategori : Ragam

Nonton bareng film “Negeri Dongeng”

Oleh: Wenny Ira R

Bertempat di Lippo Plaza Jambi, mulai dari tanggal 28-29 November 2020 diselenggarakan acara nonton bareng film yang berjudul “Negeri Dongeng”. Penyelenggara acara ini merupakan gabungan dari tujuh komunitas yang ada di Jambi antara lain yaitu, Jambi Backpacker, Instravel Matte Jambi, Asbac Pala, Pendaki Indonesia, Tapak Konco, KPGIR, Adventure Jambi.



Film Negeri Dongeng berdasarkan informasi id.wikipedia.org merupakan film dokumenter yang diproduksi oleh Aksa 7 art. Film ini  disutradarai Anggi Frisca dan pertama kali dirilis pada tahun 2017. Pemeran utama dalam film ini adalah tujuh orang sineas muda Indonesia termasuk Anggi Frisca sendiri. Beberapa selebritis terlibat di dalamnya seperti Nadine Candra Winata, Darius Sinarthrya, Media Kamil dan Matthew Tandioputra.

Kisah dalam film ini merupakan dokumentasi perjalanan tujuh orang sineas muda tersebut dalam melakukan pendakian ke tujuh gunung yang ada di Indonesia, di antaranya adalah gunung Kerinci, Binaya, Semeru, Rinjani, Bukit Raya, Latimojong hingga berakhir di Puncak Jaya Papua. Sepanjang perjalanan pendakian ini terekam keindahan alam Indonesia yang membentang dari barat hingga ke timur.

Ketujuh sineas muda ini tidak hanya merekam keindahan dan kekayaan alam Indonesia, namun mereka juga merekam kehidupan yang mereka temui selama dalam perjalanan menuju pendakian pada masing-masing gunung. Beberapa kisah kehidupan yang mereka temui dan mereka rekam itu berupa asal mula nama Kerinci, nasehat filosofis kehidupan, kesederhanaan manusia dan kehidupan, kearifan lokal, keteguhan poter atau pengangkut barang di Papua, hingga masalah ketertinggalan dalam sarana dan prasarana pendidikan di pedalaman Papua.

Poin lebih penting yang ingin ditekankan pada film ini selain keindahan alam, pertemuan dengan beragam kehidupan, juga menekankan kepada proses ke-tujuh sineas muda itu dalam satu tim ketika melakukan perjalanan dan pendakian. Sisi gotong royong, kebersamaan, toleransi, tolong menolong, dan bagaimana pada akhirnya masing-masing mereka menemukan diri sendiri lewat perjalanan pendakian yang penuh dengan rintangan, ujian dan upaya mendaki terjalnya jalan menuju puncak.

Ulfa, relawan film Negeri Dongeng mengatakan bahwa film ini diputar untuk menyampaikan pesan agar pemuda dan pemudi meningkat kesadarannya dalam menjaga alam.“Pada film ini bisa kita lihat ya es di gunung Cartenz  sudah menipis. Kita sebagai masyarakat apa sih yang bisa kita lakukan untuk bumi kita,” paparnya.

Ade Yustisia, salah satu pengelola acara nonton bareng film Negeri dongeng menambahkan, “lagi booming nih mendaki gunung melalui film ini kita ingin menyampaikan pesan supaya lebih prepare ketika akan melakukan pendakian. Di dalam film kan diperlihatkan  persiapan fisik, mental logistik segala macam itu memang sangat diperlukan benar. Sampah juga jangan sampai ditinggal.”

Molly, salah satu penonton film Negeri Dongeng mengungkapkan bahwa kegiatan nonton bareng ini seru dan asik. “Di tengah situasi pandemi ini di mana ruang bisokop rakyat memberikan solusi agar tak kehilangan inspirasi baik lewat hiburan film. Filmnya menggugah, menjadikan niat teguh suatu saat akan muncak. Melalui film ini juga jadi lebih tahu lagi peradaban manusia antar pulau,” jelasnya.

Acara nonton bareng film Negeri Dongeng ini digagas sebagai kegiatan pertemuan antar tujuh komunitas yang menyelenggarakannya setelah sekian lama vakum tidak banyak pertemuan. Selama dua hari acara ini digelar, target sebanyak lima puluh orang penonton tercukupi dengan menerapkan prosedur social distancing dan protokol Covid-19. Penontonnya menurut Ulfa dan Ade juga ada dari luar Provinsi seperti dari Padang dan Medan.

Film Negeri Dongeng pernah diputar serentak ketika peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober lalu di seluruh Provinsi. Pemutaran di Kota Jambi baru terlaksana pada tanggal 28 sd 29 November 2020 ini karena terkendala perwal tentang prosedur Covid-19.
“Kebetulan setelah dapat izin dari gugus tugas Covid-19, pihak manajemen Lippo Plaza mempersilahkan untuk menggelar acara pemutaran film ini. Apalagi acara pemutaran film ini tidak dipungut biaya, namun dipersilahkan untuk donasi seikhlasnya,” terang Ade.


Tag : #Ragam #Film Negeri Dongeng #pendaki gunung



Berita Terbaru

 

Vaksinasi Covid-19
Rabu, 22 September 2021 13:03 WIB

70 Ribu Warga Sarolangun Telah di Vaksin


Kajanglako.com, Sarolangun – Pelaksanaan vaksinasi covid-19 di Kabupaten Sarolangun terus dilaksanakan. Baik dari Pemerintah Daerah, TNI dan Polri,

 

Vaksinasi Covid-19
Rabu, 22 September 2021 12:51 WIB

Bersama TNI, Pemkab Sarolangun Sasar Vaksinasi untuk Remaja Diatas 12 Tahun


Kajanglako.com, Sarolangun – TNI dan Dinas Kesehatan Kabupaten Sarolangun kembali melaksanakan vaksinasi gratis, Rabu, (21/09/2021). Kali ini, yang

 

Rabu, 22 September 2021 12:36 WIB

Pemkab Merangin Ingin Perangkat Desa Pahami Sistem Digitalisasi


Kajanglako.com, Merangin - Kapasitas dan kemampuan para perangkat desa harus terus ditingkatkan, terlebih untuk pemahaman sistem digitaliasi yang wajib

 

Perspektif
Minggu, 19 September 2021 22:27 WIB

Membaca Indonesia. Catatan Kecil Atas 50 Tahun Rekayasa Sosial: 5 Bias dan 5 Mitos


Oleh: Wahyu Prasetyawan* Riwanto Tirtosudarmo (selanjutnya Riwanto) dalam tulisannya membahas adanya 5 bias dan 5 mitos dalam proses rekayasa sosial selama

 

Sosok dan Pemikiran
Minggu, 19 September 2021 08:00 WIB

Ketangguhan Membaca dan Menulis Seorang Riwanto Tirtosudarmo


Oleh: Anggi Afriansyah* Rabu, 15 September 2021 saya menerima pesan dari Pak Riwanto Tirtosudarmo. Dalam pesan itu ia mengirim sebuah buku Berjudul “Mencari