Rabu, 14 April 2021


Jumat, 16 Oktober 2020 11:42 WIB

Dugaan Mark Up Rigid Beton Desa Lidung Berbuntut Panjang, Kejari Kejar dan Periksa Herman Cs

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah Hukrim

Foto: RIadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Dugaan adanya penyimpangan pembangunan jalan rigid beton sepanjang 840 meter yang bersumber dari dana desa di Desa Lidung berujung pada pemeriksaan oleh Kejaksaan Negeri Sarolangun.

Jalan rigid beton yang dibangun sejak tahun 2019 yang menelan biaya anggaran sebesar Rp 627.601.900 dengan lebar 3 meter dan panjang 840 meter yang dikeluhkan warga lidung karena kualitas jalan yang tidak baik berbuntut panjang.



Herman selaku kuasa pengguna anggaran saat itu diperiksa kejaksaan negeri sarolangun, diakuinya bahwa dirinya beserta bendahara desa dipanggil Kejari dan dimintai keterangan terkaitan dengan dugaan adanya mark up anggaran tersebut.

Kata Herman, semua sudah diperiksa bahkan Kejari turun ke lokasi memeriksa fisik jalan rigid beton tersebut. Tidak hanya itu, terkait adanya kuitansi penerimaan seluruh biaya tahap ketiga yang dicairkan pejabat kades telah diterima kejaksaan.

"Semua sudah diperiksa, tim telah turun dan kuitansi penerimaan uang tahap ketiga pun telah diterima kejaksaan," sebut Herman, emosi.

“Semua sudah ditangan Kejari, mau apo lagi? Inikan tindak lanjut dari berita sebelumnya, tidak ada lagi yang harus dijelaskan semua sudah diperiksa," kata Herman dengan nada keras.

Sebelumnya Hairin Pejabat Kades Lidung menggantikan Herman sejak akhir tahun 2019 turut diperiksa Kejaksaan Negeri Sarolangun dan dimintai keterangan di masa dirinya menjabat.

"Saya dipanggil Kejari dan dimintai keterangan terkait jalan rigid beton tersebut," jelas Hairin.

Tidak hanya kedua orang kuasa penggunaan anggaran Desa Lidung saja yang diperiksa Kejari. Kejari bahkan telah mengumpulkan data dan keterangan. Sedikitnya 10 orang yang terlibat langsung turut diperiksa, bahkan Kasi di BPKAD Sarolangun turut dimintai keterangan.

"Terdapat 10 saksi yang telah kita periksa dan saat ini masih kita kaji,apakah ada indikasi mengarah pada penyimpangan," jelas Haris, Kasi Pidsus Kejari Sarolangun.

Haris saat ditemui di depan kantor Kejari Sarolangun usai sholat Zuhur menyebutkan, saat ini pihaknya masih melakukan pengkajian. Bila ada yang mengarah pada penyimpangan, bisa saja akan diminta mengembalikan kerugian uang negara tersebut.

"Kita bisa saja minta mengembalikan kerugian negara namun sejauh ini kita harap bersabar dahulu sebelum tuntas pemeriksaan ini," ujarnya. (Kjcom)


Tag : #Sarolangun #Mark Up #Desa #Dana Desa



Berita Terbaru

 

Sosok dan Pemikiran
Selasa, 13 April 2021 16:09 WIB

Dhakidae, Cendekiawan dan Kekuasaan


Oleh: Fridiyanto* Daniel Dhakidae, seorang begawan ilmu sosial yang mungkin menurut saya tidak terlampau banyak dikenal di kalangan akademisi perguruan

 

Jumat, 09 April 2021 13:10 WIB

Warga SAD Bukit 12 Ikut Berkompetisi di Penerimaan Anggota Polri Tahun 2021


Kajanglako.com, Sarolangun - Satu orang warga Suku Anak Dalam (SAD) di wilayah Sarolangun mendaftarkan diri dalam penerimaan polisi di tahun 2021. Warga

 

Kamis, 08 April 2021 16:54 WIB

UN Ditiadakan, Asesmen Nasional Jadi Penentu Kelulusan Siswa di Sekolah


Kajanglako.com, Sarolangun – Tahun 2021 ini, Ujian Nasional yang biasanya menentukan kelulusan bagi siswa dan siswi baik SD, SMP maupun SMA sederajat,

 

Sejarah Jambi
Kamis, 08 April 2021 13:58 WIB

Cerita dari Daerah Jambi (2)


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) 11. Kemudian diceritakan bahwa pada waktu, Mahmud Mahyuddin sendiri sedang berperang di Jambi. Perang

 

Kamis, 08 April 2021 12:15 WIB

Pemkab Merangin Bolehkan Tarawih dan Sholat Idul Fitri Berjamaah


Kajanglako.com, Merangin - Pemerintah Kabupaten Merangin mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Bupati