Sabtu, 25 September 2021


Jumat, 18 September 2020 17:33 WIB

Belajar Tatap Muka, Sekolah Wajib Perketat Protokol Kesehatan

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah Pemerintahan Pendidikan

Helmi, Kadis Pendidikan Kabupaten Sarolangun / foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun telah memberlakukan belajar di sekolah secara tatap muka. Walaupun demikian, Dinas Pendidikan tetap memperketat pemberlakuan protokol kesehatan di setiap sekolah. Bila orang tua siswa khawatir akan penyebaran Covid-19 di saat belajar tatap muka, Dinas tidak memaksakan sekolah tatap muka dan tetap dianjurkan untuk menerapkan belajar daring.

Pemberlakuan sekolah tatap muka sesuai dengan intruksi Kementerian Pendidikan yang memperbolehkan sekolah membuka belajar mengajar dengan tatap muka, bila di daerah tersebut termasuk zona hijau dan kuning. Instruksi ini ditindaklanjuti langsung oleh Bupati Sarloangun dan dapat menerapkan belajar tatap muka dengan ketentuan memperketat pemberlakuan protokol kesehatan.



Pemberlakuan belajar tatap muka telah berlangsung dalam sepekan ini sejak 14 September 2020.

Helmi Kadis Pendidikan Sarolangun mengatakan setiap sekolah wajib memperketat protokol kesehatan dan setiap siswa diwajibkan menggunakan masker dari rumah, bila tidak sekolah harus menyediakan masker bagi siswa yang tidak gunakan masker atau dipulangkan.

"Iya protokol kesehatan kita perketat, kita minta setiap sekolah memberlakukanya, siswa wajib gunakan masker dari rumah. Bagi yang tidak membawa masker, sekolah menyediakannya, atau siswa dipulangkan" jelas Helmi.

Tidak hanya itu pembelajaran siswa secara tatap muka diterapkan per shift per hari dan jam belajar dimulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Satu lokal maksimal diisi oleh 15 siswa.

"Semua dilonggarkan, jam belajar dikurangi, agar tidak bertemu siswa dilakukan shift perhari dan satu lokal maksimal diisi oleh 15 siswa," jelas Helmi.

Bagi orang tua siswa yang merasa khawatir akan penyebaran covid-19  disekolah dengan belajar tatap muka Helmi tidak memaksakan untuk sekolah dan siswa boleh belajar dengan jarak jauh.

"Sekolah tatap muka yang kita utamakan adalah kesehatannya, bukan yang lain, siswa boleh belajar daring bila orang tua khawatir akan penyebaran covid-19 di sekolah," jelasnya.

Memasuki pembelajaran dengan cara tatap muka, dijelaskan Helmi, ternyata hal ini sudah lama dinanti siswa maupun guru untuk dapat belajar dengan tatap muka, walaupun harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Hampir lima bulan siswa belajar dengan jarak jauh, saat diperbolehkan belajar tatap muka siswa dan guru sudah lama menantikan hal ini," ujarnya. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Paripurna Dewan
Kamis, 23 September 2021 19:14 WIB

Paripurna DPRD: Gubernur Jawab Pandangan Umum Fraksi Terkait APBD Perubahan 2021


Kajanglako.com, Jambi – DPRD Provinsi Jambi kembali menggelar sidang paripurna terkait dengan jawaban Gubernur Jambi Al Haris atas pemandangan umum

 

Kamis, 23 September 2021 19:00 WIB

Masuki Musin Hujan, Pemkab Sarolangun Siaga Bencana Hidrometrologi


Kajanglako.com, Sarolangun – Memasuki musim hujan tahun 2021, Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)

 

Vaksinasi Covid-19
Kamis, 23 September 2021 18:49 WIB

Upaya Kegiatan Belajar Tatap Muka, Disdik Sarolangun Ingin Tuntaskan Vaksin Bagi Siswa


Kajanglako, Sarolangun – Dinas Pendidikan Sarolangun ingin menuntaskan pelaksanaan vaksinasi khusunya bagi para siswa. Saat ini beberapa sekolah

 

Kamis, 23 September 2021 17:39 WIB

Pemkab Merangin Raih Anugerah APE 2020 dari Kementerian PPPA RI


Kajanglako.com, Merangin - Pemerintah Kabupaten Merangin dibawah kepemimpinan Bupati H Mashuri, meraih Anugerah Parahita Ekapraya (APE) Tahun 2020, dari

 

Kamis, 23 September 2021 15:22 WIB

Di Hadapan Mendikbud Ristek, Al Haris Sampaikan Komitmen Kembangkan Candi Muaro Jambi


Kajanglako.com, Muaro Jambi – Gubernur Jambi Al Haris menyampaikan komitmennya terhadap perkembangan candi Muaro Jambi. Menurut Al Haris, pemerintah