Selasa, 13 April 2021


Jumat, 18 September 2020 17:33 WIB

Belajar Tatap Muka, Sekolah Wajib Perketat Protokol Kesehatan

Reporter : Riadi
Kategori : Berita Daerah Pemerintahan Pendidikan

Helmi, Kadis Pendidikan Kabupaten Sarolangun / foto: Riadi

Kajanglako.com, Sarolangun - Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun telah memberlakukan belajar di sekolah secara tatap muka. Walaupun demikian, Dinas Pendidikan tetap memperketat pemberlakuan protokol kesehatan di setiap sekolah. Bila orang tua siswa khawatir akan penyebaran Covid-19 di saat belajar tatap muka, Dinas tidak memaksakan sekolah tatap muka dan tetap dianjurkan untuk menerapkan belajar daring.

Pemberlakuan sekolah tatap muka sesuai dengan intruksi Kementerian Pendidikan yang memperbolehkan sekolah membuka belajar mengajar dengan tatap muka, bila di daerah tersebut termasuk zona hijau dan kuning. Instruksi ini ditindaklanjuti langsung oleh Bupati Sarloangun dan dapat menerapkan belajar tatap muka dengan ketentuan memperketat pemberlakuan protokol kesehatan.



Pemberlakuan belajar tatap muka telah berlangsung dalam sepekan ini sejak 14 September 2020.

Helmi Kadis Pendidikan Sarolangun mengatakan setiap sekolah wajib memperketat protokol kesehatan dan setiap siswa diwajibkan menggunakan masker dari rumah, bila tidak sekolah harus menyediakan masker bagi siswa yang tidak gunakan masker atau dipulangkan.

"Iya protokol kesehatan kita perketat, kita minta setiap sekolah memberlakukanya, siswa wajib gunakan masker dari rumah. Bagi yang tidak membawa masker, sekolah menyediakannya, atau siswa dipulangkan" jelas Helmi.

Tidak hanya itu pembelajaran siswa secara tatap muka diterapkan per shift per hari dan jam belajar dimulai pukul 07.30 hingga 10.00 WIB. Satu lokal maksimal diisi oleh 15 siswa.

"Semua dilonggarkan, jam belajar dikurangi, agar tidak bertemu siswa dilakukan shift perhari dan satu lokal maksimal diisi oleh 15 siswa," jelas Helmi.

Bagi orang tua siswa yang merasa khawatir akan penyebaran covid-19  disekolah dengan belajar tatap muka Helmi tidak memaksakan untuk sekolah dan siswa boleh belajar dengan jarak jauh.

"Sekolah tatap muka yang kita utamakan adalah kesehatannya, bukan yang lain, siswa boleh belajar daring bila orang tua khawatir akan penyebaran covid-19 di sekolah," jelasnya.

Memasuki pembelajaran dengan cara tatap muka, dijelaskan Helmi, ternyata hal ini sudah lama dinanti siswa maupun guru untuk dapat belajar dengan tatap muka, walaupun harus menerapkan protokol kesehatan secara ketat.

"Hampir lima bulan siswa belajar dengan jarak jauh, saat diperbolehkan belajar tatap muka siswa dan guru sudah lama menantikan hal ini," ujarnya. (Kjcom)




Berita Terbaru

 

Sosok dan Pemikiran
Selasa, 13 April 2021 16:09 WIB

Dhakidae, Cendekiawan dan Kekuasaan


Oleh: Fridiyanto* Daniel Dhakidae, seorang begawan ilmu sosial yang mungkin menurut saya tidak terlampau banyak dikenal di kalangan akademisi perguruan

 

Jumat, 09 April 2021 13:10 WIB

Warga SAD Bukit 12 Ikut Berkompetisi di Penerimaan Anggota Polri Tahun 2021


Kajanglako.com, Sarolangun - Satu orang warga Suku Anak Dalam (SAD) di wilayah Sarolangun mendaftarkan diri dalam penerimaan polisi di tahun 2021. Warga

 

Kamis, 08 April 2021 16:54 WIB

UN Ditiadakan, Asesmen Nasional Jadi Penentu Kelulusan Siswa di Sekolah


Kajanglako.com, Sarolangun – Tahun 2021 ini, Ujian Nasional yang biasanya menentukan kelulusan bagi siswa dan siswi baik SD, SMP maupun SMA sederajat,

 

Sejarah Jambi
Kamis, 08 April 2021 13:58 WIB

Cerita dari Daerah Jambi (2)


Oleh: Frieda Amran (Antropolog. Mukim di Belanda) 11. Kemudian diceritakan bahwa pada waktu, Mahmud Mahyuddin sendiri sedang berperang di Jambi. Perang

 

Kamis, 08 April 2021 12:15 WIB

Pemkab Merangin Bolehkan Tarawih dan Sholat Idul Fitri Berjamaah


Kajanglako.com, Merangin - Pemerintah Kabupaten Merangin mengeluarkan kebijakan terkait pelaksanaan ibadah Ramadhan dan Idul Fitri di tengah pandemi Covid-19. Bupati