Jumat, 18 September 2020


Sabtu, 11 Mei 2019 05:48 WIB

Memindahkan Ibukota: Revolusioner Visioner

Reporter :
Kategori : Oase Esai

ilustrasi. ibu kota Jakarta

Oleh: Riwanto Tirtosudarmo *

Memindahkan ibukota adalah rencana revolusioner yang visioner. Jika terlaksana, Indonesia akan berubah hampir total, sebuah perubahan raksasa yang meskipun bisa diprediksi namun tidak mungkin bisa terbayangkan sepenuhnya.



Peta bumi sosial, ekonomi dan politik serta kebudayaan Indonesia akan berubah drastis karena pusat gravitasi tidak lagi di Jawa tapi di luar Jawa yang selama ini jadi daerah pinggiran. Pergeseran pusat gravitasi inilah yang akan merubah peta bumi Indonesia, yang selama ini di dominasi oleh Jawa, secara fisik dan mental, menjadi Indonesia dengan wajah yang baru - sebuah Indonesia masa depan.

Sebagai sebuah tindakan revolusioner langkah ini sudah pasti kontroversial dan dengan gampang akan dianggap mengada-ada, mencari-cari masalah, mengalihkan isu untuk menghindari pelbagai persoalan pelik sekarang dan hari ini: kemiskinan, korupsi, nepotisme, oligarki, ketidakadilan, ketimpangan, kerusakan lingkungan, dekadensi moral, ketidakjelasan arah pendidikan, gerakan separatis, sektarianisme,  implementasi ideologi yang kedodoran dan seabreg masalah lain yang hari ini mengepung bangsa ini dari hampir semua jurusan.

Gagasan memindahkan ibukota kita tahu adalah gagasan lama. Presiden pertama Sukarno sudah memikirkan dan merencanakan Palangka Raya di Kalimantan Tengah sebagai ibukota baru. Jika kita berkunjung ke Palangka Raya bisa kita lihat kalau kota ini memang didesain sebagai sebuah kota baru, bukan kota yang tumbuh secara alamiah seperti kota-kota pelabuhan yang berkembang karena adanya pasar. Jokowi seperti Sukarno, mungkin punya insting yang sama dalam hal merekayasa (engineering) sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Memindahkan ibukota adalah sebuah proyek rekayasa raksasa: geologi, spasial, sosial-politik, yang niscaya membutuhkan perhitungan dan perencanaan yang matang, sebelum mulai dieksekusi di lapangan.

Melihat rekam jejak Jokowi dalam membangun infrastruktur selama ini, ngotot dan harus jadi; gagasannya untuk memindahkan ibukota, tampaknya akan sunguh-sungguh dilakukan. Langkah ini tampaknya harus dilihat sebagai bagian dari kerja nyata yang ingin dia buktikan semasa menjadi presiden, sebuah waktu yang tidak lama, untuk membangun fondasi yang diharapkan bisa diteruskan oleh generasi pemimpin Indonesia masa depan, untuk sebuah Indonesia baru yang dinamis, makmur dan berkeadilan.

*Riwanto Tirtosudarmo, Ph.D. Peneliti sosial independen. Salah satu bukunya “From Colonization to Nation-State: The Political Demography of Indonesia (LIPI Press, 2013)


Tag : #ibu kota pindah #jakarta



Berita Terbaru

 

Jumat, 18 September 2020 17:33 WIB

Belajar Tatap Muka, Sekolah Wajib Perketat Protokol Kesehatan


Kajanglako.com, Sarolangun - Dinas Pendidikan Kabupaten Sarolangun telah memberlakukan belajar di sekolah secara tatap muka. Walaupun demikian, Dinas Pendidikan

 

Jumat, 18 September 2020 15:22 WIB

Kasus Kekerasan Terhadap Anak dan Perempuan Melejit


Kajanglako.com, Jambi - Tingginya angka kekerasan terhadap anak selama masa pandemi Covid-19 menjadi salah satu persoalan yang disorot pemerintah. Berdasarkan

 

Jumat, 18 September 2020 15:16 WIB

Mesin ATM BNI di Kota Jambi Dibobol Maling, Ratusan Juta Rupiah Raib Dibawa Pelaku


Kajanglako.com, Jambi - Di tengah pandemi Covid-19, tindak kejahatan pembobolan mesin anjungan tunai (ATM) kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Jambi. Informasi

 

Jelang Pilgub 2020
Jumat, 18 September 2020 13:35 WIB

CE-Ratu Komitmen Selesaikan Jalan Teluk Nilau Tanjab Barat Hingga Kilometer 91


Kajanglako.com, Tanjab Barat – Di hadapan Tim Pendukungnya dan juga mantan Bupati Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), Bakal Calon Wakil Gubernur

 

Jelang Pilgub 2020
Jumat, 18 September 2020 12:15 WIB

Ucapan Bismillah dari Kampung Halaman Iringi Ikrar Warga untuk Syafril Nursal Menuju Jambi Berkah


Kajanglako.com, Sungai Penuh -  Masyarakat Desa Koto Keras, Kecamatan Pesisir Bukit, Sungai Penuh, mendoakan dan memberikan dukungan penuh kepada