Selasa, 01 Desember 2020


Minggu, 20 September 2020 04:58 WIB

Out Of Place: (De)stereotyping Iqi's Arabism

Reporter :
Kategori : Oase Esai

karya Iqi Qoror. Sumber: Asikin Hasan

Oleh: Asikin Hasan*

18 September 2020, pameran luring Iqi Qoror Out of Place (De)stereotyping Iqi’s Arabism, di Jogja Galeri berakhir, setelah sebelumnya dibuka pada 8 September lalu. Ini adalah satu dari sejumlah pameran yang tiada henti-hentinya bermunculan selama musim pandemi, menunjukkan daya tahan para perupa tetap terjaga di tengah cuaca dan kondisi apapun. Padahal kondisi kita hari-hari ini mudah sekali menggiring segala hal untuk redup dan layu.



Pameran tunggal Iqi Qoror yang dikuratori Sujud Dartanto ini sebuah semangat eskavasi, menggali-gali ceruk dan tanda-tanda yang terbenam dalam masa silam. Iqi menemukan sebuah ruang rahasia yang selama ini terkunci, dan menyimpan pelbagai cerita-cerita, pertanyaan-pertanyaan. Di ruang terkunci itu, ia tak lain menemukan dirinya sendiri dalam sebuah narasi kecil, terhubung ke masa silam dan masa kini. Takdir yang mengalir begitu saja, tidak diminta oleh siapapun. Ia sesuatu yang terberi oleh perekayasa kehidupan.

Iqi datang dari keluarga campuran Arab-Jawa, sempalan dari sebuah kemurnian darah, suku, ras, dan warna kulit tertentu. Di satu sisi ia mengarungi sistem nilai ke-araban yang serba tertutupi hijab, dan di sisi lain nilai-nilai ke-jawaan yang terbuka untuk sebuah pembaruan, dan kemungkinan lainnya. Ia sendiri kerapkali galau menghadapi campur-baur dan dominasi antara satu nilai atas nilai lainnya. Hal-hal yang menimbulkan tegangan nilai-nilai dalam kesehari-harian hidupnya. Bertolak dari kesuntukan ruang yang terkunci itu lahir karya-karya dwimatra dan trimatra.

Menempuh pendidikan Desain Industri di Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya, dan di FSRD ISI Yogyakarta. Memilih jalur seni rupa adalah sebuah kejanggalan bagi keluarga besarnya. Sebab seni adalah sesuatu yang asyik masyuk dengan lamunan duniawi yang tercela. Apalagi, seni rupa Iqi bukanlah jenis kaligrafi dan ornamen geometris yang menolak kehadiran figur. Ia justru sebaliknya menghadirkan figur-figur bersorban ala Timur Tengah, ikon klasik Yunani kuno, instalasi potongan tubuh, obyek, dan lain sebagainya. Pendek kata karya-karya Iqi adalah gambaran seni rupa masa kini yang menggali realitas tersembunyi dan terlarang.

Ket: Karya Iqi Qoror. Sumber: Asikin Hasan

Hal berharga dari pameran ini adalah membongkar relasi antara superioritas keturunan, ras, suku, tradisi, budaya, kuasa, dan lain sebagainya. Pertanyaan yang jarang diungkapkan selama ini misalnya: Mengapa keturunan Arab di Nusantara selalu merawat sejarah keturunannya, hingga tidak jarang mengklaim diri sebagai keturunan nabi yang mulia. Bahkan, untuk menjaga kemurnian akarnya, perempuan Arab tidak diperkenankan menikah dengan penduduk pribumi, tapi sebaliknya lelaki Arab. Islamkah itu? Atau justru hanya sebuah tradisi Arab yang telah berakar dalam, jauh sebelum Islam itu sendiri hadir sebagai sebuah spirit baru.

Pameran ini mencoba melempar pertanyaan: Apakah Arab selalu berkonotasi Islam, atau sebaliknya. Mengingat di tanah air: pakaian, bahasa, kultur, dan simbol yang ke-arab-araban dipandang sebagai Islam. Sebagai fakta sejarah, tentu saja satu sama lain terkait kelindan. Namun, sebagaimana agama lainnya, Islam itu sendiri bergerak dinamis. Ia akan terus menggelinding mengisi tempat, ruang dan waktu, menyemai kebaikan bak spora dalam bentuk yang beragam-ragam. Tapi, bagaimana dengan asal usul keturunan yang dibayang-bayangi superioritas dan pilihan utama itu. Mengutip Iqi di ahir catatan katalog: “Karena sesungguhnya Arab bukanlah ciri khas Islam, tapi (saya percaya) ketaqwaan ciri khas Islam sesungguhnya”. Dengan kata lain, Iqi mengingatkan kembali akan pernyataan Nabi Muhammad bahwa, dihadapan Allah kemuliaan tidak ditentukan oleh keturunan, perbedaan warna kulit, dan suku, tapi oleh perbuatan baik dan ketaqwaan.

*Penulis adalah kurator seni rupa.


Tag : #Esai #Iqi Qoror #Out of Place (De)stereotyping Iqis Arabism #Jogja Galeri



Berita Terbaru

 

Pilgub Jambi 2020
Senin, 30 November 2020 20:39 WIB

Warga Tinghoa Jambi Kompak Dukung Cek Endra-Ratu


Kajanglako.com, Jambi – Dukungan kepada pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jambi nomor urut satu, Cek Endra-Ratu Munawaroh terus mengalir

 

Senin, 30 November 2020 20:02 WIB

Bersama Mahrup Ketua DPRD Tanjab Timur, Al Haris Sambangi Warga Mandahara Ulu


Kajanglako.com, Jambi - Usai dari Kecamatan Sadu, Al Haris calon gubernur Jambi nomor urut 3 bersama Mahrup ketua DPRD Tanjung Jabung Timur langsung sambangi

 

Senin, 30 November 2020 19:59 WIB

Bernafas Dibantu Tabung Oksigen, Mashuri Sampaikan KUA dan PPAS 2021


Kajanglako.com, Jambi - Kendati masih dalam kondisi sakit, namun Plt Bupati Merangin H Mashuri tampil pada rapat paripurna DPRD Merangin, yang dipimpin Wakil

 

Minggu, 29 November 2020 22:52 WIB

Nugraha Setiawan: Baru Al Haris Calon Gubernur Mau Nginap di Sadu


Kajanglako.com, Jambi - Kunjungan Al Haris calon gubernur Jambi nomor urut 3 ke Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Minggu (29/11/20) punya

 

Pilgub Jambi 2020
Minggu, 29 November 2020 21:18 WIB

Kerabat Marga Sinaga Provinsi Jambi Nyatakan Sikap Dukung Fachrori-Syafril


Kajanglako.com, Jambi - Pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jambi, Fachrori Umar dan Syafril Nursal terus menguat jelang Pilgub Jambi 9 Desember